Balai Besar POM Kupang dan Universidade Catolica Timorense Jajaki Kerja Sama Internasional

08-05-2025 Kupang Dilihat 166 kali

Kupang - Sabtu (3/5/2025), dalam upaya memperkuat kerja sama lintas negara, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang menerima kunjungan resmi dari Universidade Catolica Timorense (UCT), Timor Leste. Kunjungan ini diterima langsung oleh Plt. Kepala BBPOM di Kupang, Yoseph Nahak Klau didampingi Kepala Bagian Tata Usaha serta Pejabat Fungsional Farmasi dan Makanan.

Delegasi UCT dipimpin oleh Dekan Fakultas Kesehatan, Elda Fernandez, yang menyampaikan keinginan UCT untuk menjalin kerja sama resmi dengan Badan POM Republik Indonesia. Kerja sama ini dirancang dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) yang mencakup 3 bidang utama, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Terima kasih atas sambutan hangat dari BBPOM Kupang. Kami dari Universidade Catolica Timorense berharap nota kesepahaman ini bisa menjadi jembatan pembelajaran dan kolaborasi antara institusi kami dan Badan POM. Tidak hanya dalam aspek laboratorium, tetapi juga dalam pertukaran ilmu, pengalaman, serta praktik terbaik yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua belah pihak,” ujar Elda Fernandez.

Plt. Kepala BBPOM di Kupang, Yoseph Nahak Klau, menyambut baik inisiatif tersebut. "Kami sangat senang menerima kunjungan dari UCT. Usulan nota kesepahaman ini akan kami bahas dan tindak lanjuti bersama Badan POM. Harapannya, kerja sama ini bisa menjadi bentuk kolaborasi internasional yang konkret dan memberikan dampak positif, baik untuk peningkatan kapasitas kelembagaan maupun kontribusi nyata kepada masyarakat,” jelas Yoseph.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana akrab ini menghasilkan beberapa poin kesepahaman, di antaranya kerja sama dalam pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat

Melalui nota kesepahaman ini, diharapkan hubungan antara Indonesia dan Timor Leste semakin erat, terutama dalam penguatan sumber daya manusia, pengembangan ilmu pengetahuan, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pangan di kedua negara.

Sarana