Balai Besar POM Kupang Sapa Masyarakat melalui Talkshow di RRI: Pastikan Keamanan Obat dan Makanan Menjelang Idul Fitri

29-03-2025 Umum Dilihat 1274 kali

Kupang - (27/03/2025), menyambut hari raya Idul Fitri 2025 dan masa liburan panjang, Balai Besar POM di Kupang melalui Plt. Kepala Balai Besar POM, Yoseph Nahak Klau, bersama Pejabat Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Yasinta Udayana Nona, menyapa masyarakat melalui sebuah talkshow di RRI Pro 1 Kupang. Talkshow ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keamanan konsumsi obat dan makanan, dan bahaya peredaran obat ilegal secara online, terutama di momen menjelang Idul Fitri.

Yoseph Nahak Klau, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa menjelang Idul Fitri, Balai Besar POM di Kupang terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan masyarakat yang berpuasa dan merayakan Idul Fitri dapat memperoleh pangan yang aman dan berkualitas. "Kami memastikan agar produk pangan yang dijual, baik di sarana distribusi pangan maupun makanan takjil untuk berbuka puasa, aman untuk dikonsumsi," ujarnya.

Selain itu, Yoseph mengingatkan masyarakat yang berencana mudik agar memperhatikan pemilihan obat-obatan. Ia menegaskan bahwa obat-obatan harus dibeli di tempat resmi seperti apotek. Obat keras hanya dapat diperoleh dengan resep dokter, dan masyarakat diminta untuk tidak membeli obat keras di tempat yang tidak sah, seperti kios atau toko-toko yang tidak berizin.

Sementara itu, Yasinta Udayana Nona mengungkapkan adanya fenomena penjualan obat secara daring yang kini semakin marak. Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan yang berlaku, penjualan obat secara online hanya diperbolehkan oleh sarana yang memiliki perizinan resmi sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi. "Obat keras hanya boleh dibeli secara online jika dilengkapi dengan resep elektronik yang langsung dikirim oleh dokter ke fasilitas pelayanan kesehatan," ujar Yasinta.

Yoseph Nahak Klau juga mengingatkan bahwa obat-obat keras yang memiliki efek serupa narkotika, seperti tramadol dan triheksifenidil, sering disalahgunakan. Ia mengimbau agar masyarakat tidak mengonsumsi obat keras atau obat-obat tertentu tanpa resep dokter dan tanpa pemeriksaan kesehatan yang jelas. "Kesehatan harus menjadi prioritas, terutama pada momen perayaan, agar tidak mengganggu kelancaran Idul Fitri maupun liburan," tambahnya.

Yasinta juga memberikan tips aman membeli obat, yaitu dengan memastikan bahwa obat yang dibeli berasal dari sarana pelayanan kesehatan resmi, menggunakan resep dokter untuk obat keras, membeli obat dan vitamin secukupnya, serta selalu memeriksa keaslian obat terutama yang dibeli secara online. "Jangan lupa untuk selalu cek kemasan, label, nomor izin edar, dan kedaluwarsa, atau disingkat Cek KLIK," pesan Yasinta.

Di akhir talkshow, Yoseph mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam mengawasi peredaran obat dan makanan. "Jika menemukan produk yang mencurigakan, laporkan ke Balai Besar POM di Kupang melalui saluran komunikasi kami, termasuk nomor pengaduan 082146661600 atau akun sosial media @bpom_kupang," ujarnya.

Balai Besar POM di Kupang berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan memberikan edukasi kepada masyarakat demi meningkatkan literasi tentang pentingnya memeriksa produk obat dan makanan sebelum membeli, khususnya menjelang Idul Fitri yang merupakan momen penting bagi keluarga Indonesia.

 

Balai Besar POM di Kupang

Sarana