Waikabubak - Kamis-Jumat (5-6/9/2024), Balai POM di Kupang melaksanakan pengawalan dan monitoring terhadap program Keamanan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) dan Desa Pangan Aman di Kabupaten Sumba Barat. Intervensi program yang dimulai pada tahun 2022 ini terus mendapat perhatian khusus dengan fokus utama pada 3 desa, yaitu: Desa Tebara, Desa Kalimbu Kuni, dan Desa Kabukarudi, serta 11 sekolah yang telah mendapatkan sertifikat Sekolah dengan PJAS aman.
Kegiatan pengawalan yang berlangsung selama dua hari ini dilakukan dengan kunjungan lapangan secara intensif ke 11 sekolah dan 3 desa intervensi. Pada hari pertama, Kamis (5/9/2024), tim Balai POM di Kupang memulai kunjungan ke SD Inpres Ngadu Bonnu yang diterima langsung oleh Wakil Kepala Sekolah. Program keamanan PJAS yang dijalankan di sekolah ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah. Kunjungan dilanjutkan ke SD Negeri Praigaga 2 dan SMP Negeri 5 Waikabubak, tim juga disambut oleh Wakil Kepala Sekolah dari kedua sekolah tersebut. Ketiga sekolah ini menyatakan komitmennya untuk terus melanjutkan dan memperkuat implementasi program keamanan PJAS di sekolah masing-masing.
Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan ke Desa Kalimbu Kuni dan disambut oleh Sekretaris Desa yang menyampaikan implementasi berbagai kegiatan sebagai keberlanjutan program keamanan pangan. Tim Balai POM juga melakukan kunjungan ke SDM Kalimbu Kuni dan SD Negeri Tabulo Dara, bertemu langsung dengan Kepala Sekolah yang menyatakan dukungannya terhadap program keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Kegiatan di hari pertama dilanjutkan dengan perjalanan menuju Desa Kabukarudi, Kecamatan Lamboya. Tim Balai POM diterima oleh Kepala Desa Kabukarudi yang memberikan kabar baik mengenai kelanjutan program keamanan pangan di desa tersebut. Di Lamboya, tim juga mengunjungi SMP Negeri 1 Lamboya yang merupakan salah satu sekolah intervensi dan masih aktif menerapkan program keamanan PJAS.
Pada hari kedua, Jumat (6/9/2024), tim Balai POM melakukan pengawalan di SMP Kristen Waikabubak, MTs Negeri 1 Waikabubak dan MAN 1 Waikabubak. Kepala sekolah di 3 sekolah tersebut memiliki komitmen yang kuat dalam menerapkan keamanan pangan di sekolah tersebut dan seluruh kegiatan telah berjalan dengan baik.
Lebih lanjut, tim Balai POM melakukan kunjungan ke Desa Tebara, diterima oleh Kaur Desa yang menyampaikan bahwa program keamanan pangan masih dijalankan dengan baik, terutama dalam pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil. Semangat menjaga kualitas pangan di desa ini tetap terjaga.
Tim Balai POM juga mengunjungi SMA Kristen Waikabubak dan SMP Negeri 2 Waikabubak. Kepala Sekolah di 2 sekolah tersebut masing-masing sangat mendukung program keamanan pangan di lingkungan sekolah. SMPN 2 Waikabubak merupakan salah satu sekolah percontohan untuk program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan sekolah dan peserta didik. Fokus GSS yaitu Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan. Tim Balai POM agar program GSS dapat dikolaborasikan dengan program keamanan pangan dari BPOM.
Kegiatan pengawalan dan monitoring ini menunjukkan komitmen Balai POM Kupang untuk terus mendampingi dan memastikan keberlanjutan program Keamanan PJAS dan Desa Pangan Aman di Kabupaten Sumba Barat. Keberlanjutan program ini tidak hanya penting bagi kesehatan anak-anak sekolah, tetapi juga bagi masyarakat desa yang terlibat dalam program Desa Pangan Aman.
Semangat untuk menerapkan keamanan pangan harus terus menerus ditingkatkan, karena keamanan pangan merupakan langkah awal dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Dengan dukungan seluruh pihak, baik dari sekolah maupun desa, program ini diharapkan dapat berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia.
Mari bersama menjaga keamanan pangan, karena masa depan bangsa ada di tangan generasi sehat dan cerdas!