Soe — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang melaksanakan kegiatan Monitoring dan Sertifikasi Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SAPA Sekolah) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Rabu-Kamis (19–20/08/2026). Kegiatan dilaksanakan pada enam sekolah, yaitu SD Negeri Kesetnana, SMK Negeri 2 Soe, SMP Negeri 2 Soe, SD Inpres Nunumeu, SMP Kristen 1 Soe, dan SMTK Negeri TTS.
Kegiatan monitoring dan sertifikasi bertujuan untuk memastikan penerapan keamanan pangan di lingkungan sekolah berjalan secara optimal sekaligus mendorong terbentuknya budaya keamanan pangan yang berkelanjutan. Melalui program ini, kader keamanan pangan sekolah didorong untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat bagi seluruh komunitas sekolah.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan program SAPA Sekolah, BBPOM di Kupang juga melaksanakan serah terima Paket Edukasi Keamanan Pangan kepada sekolah intervensi di Kabupaten TTS. Paket tersebut terdiri atas roll banner 5 Kunci Keamanan Pangan, roll banner Cek KLIK, media penyimpanan, Buku 101 Tips Keamanan Pangan, Buku 128 Tanya Jawab Keamanan Pangan, Buku Serial Komik POMPI “Kantin Sekolah Viral”, Poster Keamanan Pangan dengan 10 judul, serta rompi kader.
Paket edukasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung bagi sekolah dalam melaksanakan edukasi, sosialisasi, dan pembudayaan keamanan pangan secara berkesinambungan. Dengan tersedianya media edukasi yang memadai, pesan keamanan pangan diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh siswa, guru, pengelola kantin, maupun komunitas sekolah lainnya.
Selain monitoring dan sertifikasi, BBPOM di Kupang juga melakukan pengambilan sampel dan pengujian terhadap jajanan yang dijual di kantin sekolah. Pengujian dilakukan menggunakan tes uji cepat (rapid test) kimia untuk mendeteksi empat bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan, yaitu formalin, boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow.
Dari 43 sampel jajanan yang diuji, seluruhnya memenuhi persyaratan dan dinyatakan negatif dari bahan berbahaya formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow. Hasil ini menunjukkan bahwa jajanan yang diuji di lingkungan sekolah tersebut aman dari empat bahan berbahaya yang menjadi parameter pengujian.
Melalui Program SAPA Sekolah, BBPOM di Kupang terus mendorong keterlibatan aktif satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman pangan. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang mampu menanamkan perilaku hidup sehat dan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan sejak dini.
Dengan kolaborasi antara BBPOM di Kupang, sekolah, dan seluruh komunitas sekolah, pembudayaan keamanan pangan diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten sehingga tercipta generasi yang cerdas, sehat, dan peduli terhadap keamanan pangan.
Balai Besar POM di Kupang