BBPOM di Kupang Perkuat Budaya Keamanan Pangan bagi Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

27-07-2026 Kupang Dilihat 51 kali

Kupang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang menyelenggarakan kegiatan Advokasi Edukasi Pembudayaan Keamanan Pangan bagi Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Nembrala, Kantor BBPOM di Kupang, Senin (27/7/2026).

 

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, sekolah, dan Posyandu sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung keamanan pangan bagi penerima manfaat Program MBG, khususnya siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

 

Advokasi ini menjadi langkah awal dalam membangun komitmen bersama untuk mewujudkan budaya keamanan pangan di lingkungan sekolah dan Posyandu. Selain penyampaian materi oleh narasumber dari BBPOM di Kupang, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif guna memperkuat pemahaman peserta tentang pentingnya penerapan keamanan pangan dalam Program MBG.

 

Kepala Balai Besar POM di Kupang, Sem Lapik, menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga oleh terjaminnya keamanan pangan.

 

"Memberi makan saja tidak cukup. Pangan yang diberikan harus dipastikan aman untuk dikonsumsi. Tanpa keamanan pangan, kandungan gizi yang baik sekalipun tidak akan memberikan manfaat optimal, bahkan dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan penerima manfaat," tegas Sem Lapik saat membuka kegiatan.

 

Menurutnya, kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui memerlukan perlindungan yang lebih kuat melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, BBPOM di Kupang mengembangkan strategi yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu melindungi, mencegah, dan memberdayakan masyarakat agar mampu mengenali serta menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sebagai tindak lanjut kegiatan advokasi, BBPOM di Kupang akan menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi kader keamanan pangan dari unsur sekolah dan Posyandu. Melalui bimtek tersebut, para kader akan mendapatkan pembekalan mengenai pedoman pembudayaan keamanan pangan, penerapan lima langkah pasti  keamanan pangan, literasi produk pangan, prosedur penerimaan makanan Program MBG, hingga langkah mitigasi apabila terjadi dugaan keracunan pangan.

 

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi para kader untuk mengedukasi masyarakat serta mendampingi penerapan keamanan pangan selama pelaksanaan Program MBG di lapangan.

 

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Kupang berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor pendidikan, sektor kesehatan, sekolah, dan Posyandu semakin kuat dalam mewujudkan budaya keamanan pangan. Dengan demikian, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berkontribusi pada peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga menjamin pangan yang aman bagi seluruh penerima manfaat sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

 

Balai Besar POM di Kupang

Sarana