BBPOM di Kupang Perkuat Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi di Kota Kupang

06-10-2026 Kupang Dilihat 22 kali

Kupang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang turut berperan dalam memperkuat tata kelola alat dan obat kontrasepsi (Alokon) melalui kegiatan “Diskusi Partisipatif dan Pembinaan Penguatan Tata Kelola Alokon di Kota Kupang” yang diselenggarakan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 Wita di Aula Perwakilan BKKBN Provinsi NTT tersebut menghadirkan Plt. Kepala BBPOM di Kupang, Dr. Drs. Yoseph Nahak Klau, Apt., M.Kes., sebagai narasumber. Materi yang disampaikan bertajuk “Penguatan Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi: Menjamin Mutu, Keamanan dan Efektivitas Alat dan Obat Kontrasepsi Sepanjang Rantai Distribusi.”

Dalam pemaparannya, Plt. Kepala BBPOM di Kupang menekankan pentingnya penerapan tata kelola Alokon secara konsisten pada setiap tahapan rantai distribusi. Jaminan terhadap mutu, keamanan, dan efektivitas Alokon perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari proses distribusi, penyimpanan, hingga produk diterima dan digunakan oleh masyarakat.

Penguatan tata kelola tersebut membutuhkan keterlibatan dan koordinasi berbagai pihak. Oleh karena itu, diskusi partisipatif menjadi wadah untuk menyamakan pemahaman, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam mendukung pengelolaan Alokon yang aman, bermutu, dan sesuai ketentuan.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Kepala UPTD Puskesmas se-Kota Kupang, perwakilan rumah sakit, klinik pratama dan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), Ketua dan Pengurus Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB) Kota Kupang, Koordinator Balai Penyuluhan KB se-Kota Kupang, serta perwakilan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara BBPOM di Kupang, BKKBN, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya semakin kuat dalam memastikan tata kelola Alokon berjalan secara optimal. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan alat dan obat kontrasepsi yang aman, bermutu, dan efektif bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Balai Besar POM di Kupang

Sarana