Kupang, Selasa (04/11/2025) – Sebagai bentuk komitmen dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) laboratorium, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang menyelenggarakan Pelatihan Internal Identifikasi Senyawa Antijamur dalam Kosmetik Sediaan Anti Jerawat secara Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Oktober 2025, di Laboratorium Kosmetik BBPOM di Kupang.
Pelatihan diikuti oleh seluruh penguji Laboratorium Kosmetik dengan menghadirkan narasumber internal dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) Badan POM, Yulianti. Narasumber memberikan pembekalan teknis terkait identifikasi senyawa Metronidazol dan Mikonazol dalam produk kosmetik menggunakan metode GC-MS.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip kerja alat, verifikasi metode identifikasi, serta teknik interpretasi hasil uji. Selain itu, peserta juga berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi yang membahas berbagai tantangan teknis dalam penerapan metode GC-MS di laboratorium.
Kepala BBPOM di Kupang menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas penguji menjadi bagian penting dalam menjaga mutu hasil pengujian.
“Keberhasilan pengawasan tidak lepas dari kompetensi para penguji. Karena itu, pelatihan seperti ini menjadi wujud komitmen kami dalam memperkuat kinerja laboratorium melalui peningkatan kapasitas SDM,” tutur Kepala BBPOM di Kupang.
Melalui kegiatan ini, BBPOM di Kupang berupaya mewujudkan laboratorium yang andal, modern, dan responsif, guna mendukung pengawasan obat dan makanan yang aman, berkhasiat, dan bermutu, sejalan dengan visi Badan POM dalam melindungi masyarakat.
Balai Besar POM di Kupang