BBPOM Kupang Perkuat Jejaring Intelijen Pengawasan Obat dan Makanan di NTT

20-10-2025 Kupang Dilihat 193 kali

Kupang – Kamis (16/10/2025), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Kupang (BBPOM Kupang) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penggalangan Fungsi Intelijen Bidang Obat dan Makanan”. Kegiatan ini menghadirkan Direktur Intelijen Obat dan Makanan BPOM, Rizkal, serta dibuka secara resmi oleh Kepala BBPOM Kupang, Sem Lapik.

 

FGD ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Kepala UPT BPOM di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur — Balai POM di Ende, Loka POM di Sumba Timur, dan Loka POM di Belu — serta berbagai stakeholder strategis seperti BINDA NTT, BAIS NTT, Polda NTT (Direskrimsus, Ditresnarkoba, dan Ditintelkam), Kantor Bea dan Cukai Kupang, Karantina NTT, Kesbangpol NTT, BNN Provinsi dan Kota Kupang, Kejaksaan, Polresta Kupang Kota, Satpol PP, serta Asperindo NTT.

 

Dalam sambutannya, Kepala BBPOM Kupang, Sem Lapik, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pengawasan obat dan makanan di wilayah NTT. “Dalam menjawab tantangan pengawasan obat dan makanan, BBPOM di Kupang melakukan penggalangan fungsi intelijen untuk membangun sistem informasi pencegahan kejahatan di bidang ini. Saya mengajak seluruh mitra kerja untuk terus memperkuat kerja sama dalam bertukar informasi dan melakukan langkah-langkah penegakan yang terintegrasi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur Intelijen Obat dan Makanan BPOM, Rizkal, menekankan pentingnya memperkuat jejaring intelijen dan kolaborasi antarinstansi. “Fungsi intelijen BPOM menjadi bagian penting dalam penindakan di lapangan. Harapannya, kolaborasi dengan mitra kerja serta masyarakat dapat terus ditingkatkan demi menekan peredaran produk obat dan makanan ilegal, sekaligus memperkuat pengawasan pangan dalam program MBG,” jelasnya.

 

Kegiatan FGD ini juga diisi dengan paparan dari Direktur Intelijen Obat dan Makanan BPOM bertema “Upaya Kolaboratif Intelijen dalam Menguraikan Kompleksitas Kejahatan Obat dan Makanan”, serta diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang dinamis, dipandu oleh PFM Ahli Madya BBPOM Kupang, Frama El Lefiyana Pollo.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Kupang berharap dapat memperkuat sinergi pengawasan obat dan makanan, membangun sistem deteksi dini yang lebih tajam, serta memperluas jejaring intelijen di bidang obat dan makanan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen BBPOM Kupang dalam melindungi masyarakat dari peredaran produk berisiko dan memastikan keamanan obat serta makanan yang beredar di tengah masyarakat.

Balai Besar POM di Kupang

Sarana