BBPOM Kupang Tekankan Pentingnya Keamanan dan Mutu Pangan pada Kuliah Tamu Mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang

24-10-2025 Kupang Dilihat 184 kali

Kupang, Jumat (23/04/2025) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang terus berkomitmen meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya keamanan dan mutu pangan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Kuliah Tamu bertema “Pengawasan Keamanan dan Mutu Pangan” yang diselenggarakan oleh Program Studi D-III Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus B Poltekkes Kupang tersebut menghadirkan Yoseph Nahak Klau, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM di Kupang, sebagai narasumber. Acara diikuti oleh dosen serta ratusan mahasiswa dari berbagai angkatan yang antusias menyimak materi tentang sistem pengawasan pangan di Indonesia.

Dalam paparannya, Yoseph menjelaskan bahwa keamanan pangan merupakan isu penting karena menyangkut kesehatan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan manusia. Ia menyampaikan bahwa pengawasan pangan oleh Badan POM dilaksanakan berdasarkan tiga pilar utama, yaitu pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Ketiga pilar ini harus berjalan bersama. Pemerintah berperan dalam regulasi dan pengawasan, industri wajib menjamin mutu, manfaat, dan keamanan produknya, sementara masyarakat harus menjadi konsumen cerdas yang memperhatikan kemasan, label, izin edar, dan masa kedaluwarsa produk,” tegas Yoseph.

Ia juga mengingatkan bahwa pangan yang tidak aman dapat menyebabkan berbagai penyakit menular maupun kronis akibat cemaran bahan kimia berbahaya. “Pangan yang tercemar tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menurunkan produktivitas dan menambah beban ekonomi masyarakat. Karena itu, keamanan pangan merupakan hak asasi manusia yang wajib dijamin negara,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yoseph memaparkan berbagai jenis bahaya yang dapat mengancam keamanan pangan, mulai dari bahaya mikrobiologi seperti Salmonella dan E. coli, hingga bahaya kimia seperti akrilamida, nitrosamin, dan 3-MCPD. Ia menekankan pentingnya pengendalian pangan dari hulu ke hilir (farm to table) agar setiap tahap rantai pangan memenuhi standar keamanan.

Selain itu, Yoseph memberikan tips praktis kepada mahasiswa untuk memilih pangan olahan yang aman melalui metode “Cek KLIK”, yakni Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Ia juga memperkenalkan aplikasi BPOM Mobile yang memudahkan masyarakat memeriksa legalitas produk secara mandiri.

Kegiatan kuliah tamu ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa yang merasa lebih memahami peran Badan POM dan pentingnya keterlibatan tenaga gizi dalam memastikan keamanan pangan di masyarakat. Melalui kegiatan ini, BBPOM di Kupang berharap mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang sebagai calon tenaga gizi dapat menjadi agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat tentang pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.

“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam memastikan pangan yang kita konsumsi tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan menyehatkan,” tutup Yoseph.

Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi antara lembaga pendidikan dan BBPOM di Kupang dalam memperkuat literasi keamanan pangan di Nusa Tenggara Timur, guna mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

 

Balai Besar POM di Kupang

Sarana