Organisasi kepemudaan Keuskupan Atambua dalam menggalang pemuda-pemudi Katolik dalam wadah OMK (Orang Muda Katolik) melaksanakan kegiatan Tukuneno Youth Day, yang dikoordinasi melalui Paroki Tukuneno Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu. Bertempat di Gereja Paroki Tukuneno dari 31 Juli sd 1 Agustus 2013, kegiatan yang diikuti oleh 21 paroki dalam wilayah keuskupan Atambua ini mengambil tema "Satu Setia Selalu Bersama di bawah Panji St. Petrus, 100 % Indonesia†dengan tujuan menggalang kebersamaan di antara pemuda-pemudi Katolik.
Selain kegiatan kerohanian, juga dilaksanakan penyuluhan dari pemerintah dan organisasi kemasyarakatan yang berhubungan dengan kaum muda. Dalam kesempatan ini, Balai POM di Kupang dilibatkan untuk menyampaikan materi "Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza)†yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Balai POM di Kupang, Dra. Hanny Khartiono, Apt, mewakili Kepala Balai POM di Kupang. Selama 45 menit dalam pemaparannya, ibu Hanny menegaskan betapa pentingnya generasi muda menghindari penggunaan Napza karena efeknya merusak generasi akan datang. Untuk itu, sebagai generasi muda yang tinggal di daerah perbatasan dengan negara RDTL agar membantu pemerintah untuk mencegah masuknya bahan-bahan tersebut ke dalam wilayah NKRI.Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan pameran yang dimeriahkan oleh masyarakat dari Paroki Tukuneno. Balai POM di Kupang melalui Pos POM di Atambua berpartisipasi melakukan pameran. Materi pameran di antaranya contoh makanan-minuman ilegal, kosmetika tanpa ijin edar (TIE), aneka jamu TIE, berbagai leaflet, serta poster informasi obat, obat tradisional, kosmetika, dan makanan (OMKABA). Animo peserta untuk mengetahui tentang materi pameran cukup tinggi, terlihat DARI Banyaknya jumlah kunjungan ke stan Pameran Balai POM di Kupang.
Balai POM di Kupang