BPOM Berkomitmen Penuh Mendukung Kesuksesan Program MBG

05-08-2025 Kupang Dilihat 199 kali

Kupang - Senin (4/8/2025) bertempat di SMP N 8 Kota Kupang, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (Deputi III) BPOM, Elin Herlina dan Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan, Didik Joko Pursito berkesempatan hadir pada konferensi pres terkait penanganan pemerintah terhadap insiden pangan pada Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur.

 

Konferensi pers dihadiri oleh Deputi Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO) Noudhy Valdryno, Deputi Sistem dan Tata Kelola, Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan, Deputi Penyediaan dan penyaluran BGN Suardi Samiran, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN Rudi Setiawan, Staf Khusus Kepala BGN Redy Hendra Gunawan, pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri 8 Kupang, dan rekan-rekan media.

 

“BPOM menyatakan prihatin atas insiden keamanan pangan yang terjadi di sejumlah sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juli 2025 dan berharap kondisi anak-anak segera membaik”,ungkap Elin

 

BPOM menyatakan komitmen penuh mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya nasional meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda. Untuk itu, diperlukan identifikasi serta intervensi perbaikan dalam pengelolaan program MBG sesuai tugas dan fungsi masing-masing pihak melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penerima manfaat, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

 

Keamanan pangan adalah aspek yang dikawal oleh BPOM, untuk itu faktor hygiene sanitasi, cara pengolahan, cara pendistribusi, cara konsumsi, hingga pengendalian suhu dan waktu dalam proses pengolahan serta penyimpanan makanan harus diperhatikan.

 

Selanjutnya, Deputi III BPOM menjelaskan penanganan insiden keamanan pangan di NTT telah berjalan cukup baik. Saat insiden terjadi, SPPG segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Balai Besar POM (BBPOM) di Kupang. Bersama-sama, tim melaksanakan penelusuran untuk memperoleh sampel dan data yang dibutuhkan sebagai dasar kajian epidemiologis guna menentukan dugaan agen penyebab. Sampel paket MBG dikirim ke BBPOM di Kupang untuk diuji laboratorium, sementara spesimen lain diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah.

 

BPOM juga telah menyampaikan laporan hasil penelusuran resmi kepada Kepala BGN. Laporan tersebut lengkap dengan sejumlah rekomendasi perbaikan, khususnya bagi SPPG yang bertugas di wilayah tersebut.

 

Jaga selalu keamanan pangan dengan 5 kunci keamanan pangan yaitu menjaga kebersihan, memisahkan pangan mentah dan matang, memasak dengan benar, menyimpan makanan pada suhu aman, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman.

.

 

BBPOM di Kupang

Sarana