Waibakul - Balai POM di Kupang bersama petugas pengelola pasar telah melakukan pengawalan terhadap keamanan pangan di Pasar Rakyat Waibakul pada Rabu, (4/9/2024). Pengawalan ini merupakan tahapan dari program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas untuk pasar intervensi Balai POM tahun 2023 yang bertujuan untuk memastikan keamanan bahan pangan dan mencegah penggunaan bahan berbahaya di pasar.
Petugas pengelola pasar diberdayakan untuk dapat melakukan pengawasan terhadap bahan berbahaya, bahan pangan, maupun produk pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya di pasar yang dikelolanya melalui pengambilan contoh dan pengujian cepat menggunakan rapid test kit kimia, dan pengujian mikrobiologi. Target sampel sebanyak 55 sampel yang terdiri dari 50 sampel kimia dan 5 sampel mikrobiologi. Saat ini sampel dengan parameter mikrobilogi masih dalam proses pengujian di laboratorium.
Edukasi kepada pedagang dilakukan oleh Rosa Endang Setiyaati, selaku Ketua Tim Program Pasar. “Saat disajikan, dijaga higienitas dan sanitasinya ya bu, gunakan air yang dimasak, agar aman dikonsumsi oleh pembeli. Selain itu es yang digunakan juga menggunakan air yang matang,” pesan Rosa.
Selain sampling, petugas Balai POM, Mega Desrani Nasution, membagikan brosur Waspadai Pangan yang Mengandung Bahan Berbahaya dan Baca Label Sebelum Membeli kepada pedagang pasar serta mengingatkan untuk melakukan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluwarsa).
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumba Tengah, Hari Prayoga, berkesempatan hadir menyampaikan pentingnya dukungan dalam pengadaan rapid test kit untuk pengawasan pangan di pasar. “Mohon bantuannya, jika kami memerlukan spesifikasi untuk pengadaan rapid test kit ini. Kami pun menyadari pentingnya hal ini untuk pengujian di pasar. Kami sudah memasukkan dalam rencana kegiatan tahun depan, semoga lolos,” ujar Yoga.
Sebelum kegiatan berakhir, petugas Balai POM mengingatkan agar rapid test kit yang tersedia digunakan sebelum masa kedaluwarsa sehingga pengawasan di pasar dapat terus berjalan optimal.
Balai POM di Kupang