Kupang, Selasa (15/04/ 2026) – Suasana Aula Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 64 mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering, antusias mengikuti kegiatan edukasi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas mereka sebagai calon pelaku usaha agribisnis.
Kunjungan yang didampingi dosen Dina V. Sinlae ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. Dalam penyampaiannya, Dina menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa Program Studi Pengelolaan Agribisnis agar siap menjadi wirausahawan yang unggul secara bisnis sekaligus mampu menghasilkan dan mengedarkan produk pangan yang aman sesuai ketentuan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPOM Kupang, Sem Lapik. Dalam sambutannya, ia menekankan peran strategis mahasiswa agribisnis sebagai calon pelaku usaha masa depan. Oleh karena itu, pemahaman tentang keamanan pangan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. “Produk yang aman tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga meningkatkan daya saing usaha,” ujarnya.
Edukasi yang dimoderatori Yovita Kewa berlangsung dinamis dan interaktif. Materi pertama disampaikan PFM Ahli Madya BBPOM Kupang, Frama El Lefiyana Pollo, dengan topik Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Dalam pemaparannya mahasiswa diajak memahami pentingnya proses produksi yang higienis, terstandar, dan sesuai regulasi sebagai fondasi utama usaha pangan
Sesi berikutnya diisi PFM Ahli Madya BBPOM Kupang, Yoseph Nahak Klau, dengan materi Pengurusan Izin Edar Mudah.
Selain itu, BBPOM Kupang juga mensosialisasikan gerakan Tolak Gratifikasi sebagai bagian dari pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.
Kegiatan berlangsung penuh antusiasme, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab aktif dari mahasiswa. Pertanyaan yang diajukan mencakup kolaborasi BBPOM dengan pemerintah terkait branding makanan NTT, sanksi jika tidak menerapkan CPPOB, hingga pengawasan obat dan makanan oleh BBPOM Kupang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami aspek teknis produksi, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya legalitas dan keamanan pangan dalam pengembangan usaha agribisnis.
BBPOM Kupang menegaskan komitmennya mendukung edukasi masyarakat, khususnya generasi muda calon pelaku usaha, dalam mewujudkan pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Balai Besar POM di Kupang