Desa Golo Loni dan Desa Compang Ndejing Menjadi Garda Keamanan Pangan di Kabupaten Manggarai Timur

14-12-2024 Kupang Dilihat 352 kali

Borong - Balai POM di Kupang, Kamis (12/12/2024) menyelenggarakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Desa Pangan Aman di Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan ini diadakan di Aula Kevikepan, Borong, dan dihadiri oleh 35 peserta lintas sektor, terdiri dari perangkat desa, organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan ini bertujuan untuk menilai kemajuan serta dampak dari pelaksanaan program keamanan pangan, dan mengumpulkan rekomendasi untuk keberlanjutan program di tahun mendatang.

 

Kegiatan monev dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Manggarai Timur, Albertus Rangkak, yang menyampaikan harapan Penjabat Bupati Manggarai Timur. Dalam sambutannya, Albertus menegaskan pentingnya perbaikan perilaku dan persepsi masyarakat terhadap keamanan pangan, mulai dari pengolahan, penyajian, hingga konsumsi pangan. “Besar harapan kami melalui kegiatan ini, pelaksanaan Program Desa Pangan Aman dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang signifikan dalam upaya menjaga keamanan pangan,” ujarnya.

 

Kepala Balai POM di Kupang, Yoseph Nahak Klau, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur atas sinerginya sepanjang tahun 2024. “Kami menantikan replikasi dan keberlanjutan Program Desa Pangan Aman di Manggarai Timur, untuk mewujudkan Kabupaten Manggarai Timur sebagai Kabupaten Pangan Aman,” ungkap Yoseph.

 

Usai pembukaan, Staf Ahli Bupati, Kepala Balai POM di Kupang, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur menyerahkan simbolis papan nama desa kepada Kepala Desa Golo Loni dan Kepala Desa Compang Ndejing, serta papan nama pasar dan sertifikat sekolah yang mendukung program pangan aman. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk meneruskan program tersebut hingga ke tingkat desa.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, Surip Tintin, menyampaikan materi terkait sinergi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan Program Desa Pangan Aman. Menurut Surip, tujuan utama PMT tidak hanya untuk peningkatan gizi, tetapi juga untuk memberikan pembelajaran kepada keluarga, khususnya kader dan ibu-ibu di Pos Gizi tentang cara mengolah makanan yang sehat dan aman. "Sosialisasi tentang keamanan pangan telah dilakukan di dua desa intervensi, dan kami berharap pengetahuan ini dapat menyebar ke masyarakat lainnya,” ujarnya.

 

Yoseph Nahak Klau menyampaikan hasil pelaksanaan program Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah yang Aman. Program ini, yang terintegrasi di tingkat desa, sekolah, dan pasar, dikemas dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA).

 

Kepala Desa Golo Loni, Yohanes B. Okalung, dan Sekretaris Desa Compang Ndejing, Siprianus Jono, menyampaikan rencana aksi untuk keberlanjutan program keamanan pangan pada tahun 2025. Rencana aksi ini kemudian ditandatangani bersama oleh para kepala desa dan disaksikan oleh Kepala Balai POM serta OPD terkait.

 

Kegiatan monev ini dikemas secara interaktif dipandu oleh moderator Frama El Lefiyana Pollo. Materi terakhir tentang Panduan Lomba Desa Pangan Aman yang disampaikan oleh Etni Ira Risva Banunu, juga mendapat respons positif dari kedua desa intervensi.

 

Melalui monev ini, diharapkan program keamanan pangan di Manggarai Timur dapat berlanjut dengan sukses, memastikan pangan aman sampai tingkat desa, dan pada akhirnya mewujudkan Kabupaten Pangan Aman di masa depan.

 

Balai POM di Kupang

Sarana