Isu strategis yang diangkat oleh Badan POM RI saat ini adalah Gerakan Nasional Waspada Obat dan Makanan Ilegal (GNWOMI) serta Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (ANPJAS). Hal ini berkaitan dengan peran Badan POM sebagai lembaga pemerintah yang berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui program kerja yang lebih kenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung.
Salah satu Misi Badan POM adalah memberdayakan masyarakat agar mampu melindungi diri dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan. Misi inilah yang mendasari Badan POM untuk terus meningkatkan pelayanan untuk pemberdayaan masyarakat. Tujuan ini dapat tercapai apabila informasi yang diberikan tepat sasaran. Pemberian informasi ini, selain dengan metode langsung tatap muka, juga bisa disampaikan melalui pesan-pesan pada bahan promosi berupa leaflet, poster, stiker, tas, media elektronik, dan lainnya. Evaluasi tentunya perlu dilakukan sehingga—baik metode maupun desain bahan promosi—dapat ditingkatkan kualitasnya.
Dalam rangka meningkatkan mutu bahan promosi, baik GNWOMI maupun PJAS, Balai POM di Kupang melalui Pos POM Atambua melakukan evaluasi bersama stakeholder agar lebih bermakna dan efektif bagi anak sekolah khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 19 November 2013 ini bertempat di Aula Dinas Kesehatan Belu, dihadiri oleh perwakilan dari 18 Sekolah Dasar di wilayah Atambua, Perwakilan dari Bapedda, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, RRI Belu, dan perwakilan dari TV Belu. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu (Theresia M. B. Saik S.K.M, M. Kes.). Dalam arahannya, beliau menekankan pada pentingnya memperhatikan penandaan pada setiap produk; di samping itu, juga perlu terus-menerus memberikan sosialisasi kepada anak-anak sebagai penerus bangsa tentang makanan yang sehat, aman, bermutu, serta bergizi. Bentuk-bentuk promosi yang baik perlu disesuaikan untuk komunitas sekolah agar tepat sasaran, juga terhadap masyarakat umumnya dengan berbagai tingkatan budaya dan pendidikan.
Diharapkan dari hasil kegiatan ini diperoleh masukan bentuk-bentuk bahan promosi yang efektif bagi anak sekolah, serta evaluasi metode kegiatan AN-PJAS tahun 2013 dan GN WOMI, juga sosialisasi rencana kegiatan PJAS di BB/ BPOM tahun 2014.
Balai POM di Kupang