Dorong Kemandirian Komunitas, BBPOM Kupang Gelar Bimtek Komunitas Desa Noelbaki

12-06-2025 Kupang Dilihat 174 kali

Oelamasi – Kupang (12/6/2025), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan. Kali ini, BBPOM di Kupang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, dengan melibatkan 20 peserta dari berbagai kalangan, diantaranya ibu rumah tangga, ibu yang memiliki balita, ibu hamil, remaja putra/putri, pemilik kios, warung, pengolah makanan tambahan, dan pelaku usaha pangan lokal.

Permasalahan keamanan pangan dapat terjadi pada setiap tahapan rantai produksi dan distribusi. Oleh karena itu, upaya menjaga pangan agar tetap aman, bermutu, dan layak konsumsi perlu dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, mulai dari tingkat individu, keluarga, hingga komunitas desa.

Sebagai bagian dari solusi atas tantangan tersebut, Program Desa Pangan Aman yang diinisiasi oleh Badan POM hadir untuk memberdayakan masyarakat desa agar memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan secara mandiri.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali masyarakat desa, khususnya para ibu, dengan pemahaman mengenai cara memilih, mengolah, dan menyajikan pangan yang aman. Harapannya, masyarakat bisa peduli pangan aman sehingga terlindung dari risiko penyakit akibat pangan,,” ujar Ketua Tim Program Desa Pangan Aman BBPOM di Kupang, Etni Ira Risva Banunu, saat membuka kegiatan.

Tujuan utama dari bimtek ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan, membentuk komunitas keamanan pangan desa, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menerapkan praktik keamanan pangan yang baik dan benar.

Dengan meningkatnya pemahaman komunitas desa, diharapkan para ibu dapat menyajikan makanan yang aman dan bergizi untuk keluarga sebagai upaya pencegahan stunting, anak-anak menjadi lebih cermat dalam memilih jajanan yang aman di lingkungan sekolah, pelaku usaha pangan seperti pedagang kaki lima dan industri rumah tangga pangan (IRTP) semakin bertanggung jawab dalam penyediaan pangan, serta perangkat desa lebih aktif dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran pangan di wilayahnya.

BBPOM di Kupang juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperluas jangkauan intervensi ke desa-desa lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat efektivitas Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) tentang obat dan makanan di wilayah kerja.

Kegiatan bimtek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menurunkan risiko penyakit akibat pangan yang tidak aman, meningkatkan ketahanan dan ekonomi masyarakat desa, serta mengurangi beban pemerintah daerah dalam penanganan masalah pangan di masyarakat.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara BPOM, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan cita-cita mewujudkan masyarakat desa yang sehat, mandiri, dan bebas dari stunting dapat tercapai.

 

Balai Besar POM di Kupang

Sarana