Geliat Produk Lokal Sikka: BBPOM di Kupang Dampingi UMKM

05-07-2026 Umum Dilihat 45 kali

Maumere – Dalam upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar semakin berdaya saing dan mampu naik kelas, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang melaksanakan kegiatan pendampingan dan pembinaan kepada sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Sikka pada Kamis-Sabtu (2–4/7/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Badan Usaha Milik Desa (BumDes) SAPIN KOJA di Desa Ipir, Kecamatan Bola. Berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Kota Maumere, BumDes tersebut memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak kelapa sebagai produk unggulannya.

Pada kunjungan tersebut, tim BBPOM di Kupang melaksanakan audit pemenuhan komitmen penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Audit dilakukan terhadap sarana yang telah memiliki Sertifikat Izin Penerapan CPPOB (IP CPPOB) dan Nomor Izin Edar (NIE) sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk memastikan penerapan sistem mutu tetap berjalan secara konsisten.

Dalam kesempatan yang sama, tim BBPOM di Kupang juga melakukan koordinasi dengan Camat Bola, Charolus Luanga Saka; Kepala Desa Ipin, Alerius Darius; serta Ketua BumDes SAPIN KOJA, Marianus Tarsisius. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam pengembangan UMKM desa yang menghasilkan produk pangan olahan yang aman, bermutu, dan berdaya saing.

Camat Bola menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh BBPOM di Kupang. Menurutnya, pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi BumDes lainnya di Kecamatan Bola untuk mengembangkan potensi hasil pertanian melalui hilirisasi menjadi produk pangan olahan yang memiliki legalitas dan izin edar resmi sehingga mampu meningkatkan nilai tambah serta kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, tim BBPOM di Kupang melanjutkan pendampingan ke BumDes Hokor di Desa Hokor, Kecamatan Bola, yang memproduksi kopi bubuk arabika. Desa Hokor merupakan salah satu sentra penghasil kopi arabika potensial di Kabupaten Sikka karena berada di kawasan dataran tinggi dengan kondisi iklim yang sejuk dan sangat mendukung budidaya kopi berkualitas.

Di Desa Hokor, tim juga berkoordinasi dengan Sekretaris Desa Hokor beserta perwakilan BumDes Hokor. Dalam sambutannya, Sekretaris Desa menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pendampingan yang diberikan BBPOM di Kupang serta berharap produk unggulan desa, khususnya kopi arabika, dapat segera memenuhi persyaratan untuk memperoleh izin edar MD sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pendampingan tidak hanya difokuskan pada sektor pangan, tetapi juga mencakup produk obat bahan alam. Di Kecamatan Alok Barat, tim melakukan pembinaan kepada UMKM Cakrawala di Nangahure Bukit yang memproduksi minyak gosok berbahan baku lokal melalui proses penyulingan. Kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungi Kebun Obat Alam di bawah naungan Yayasan Steinmanns Kewapante yang juga mengembangkan produk minyak gosok berbasis bahan alam lokal.

Terhadap keempat sarana tersebut, BBPOM di Kupang memberikan pendampingan teknis yang meliputi evaluasi fasilitas produksi, penyusunan alur proses produksi untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang, serta bimbingan dalam penyusunan dokumen mutu sesuai ketentuan yang berlaku. Pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan penerapan aspek mutu, keamanan, dan konsistensi proses produksi sehingga produk-produk UMKM Kabupaten Sikka semakin memenuhi standar serta memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar regional maupun nasional.

Melalui kegiatan pendampingan ini, BBPOM di Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM melalui penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, serta percepatan legalitas produk. Dengan demikian, UMKM lokal di Kabupaten Sikka diharapkan mampu tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh, menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah.

Sarana