Kupang, 28 Mei 2025 — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi meluncurkan Program One Village One Product (OVOP) dan Gerakan Beli Produk NTT pada Selasa-Rabu, 27–28 Mei 2025, di pelataran Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT. Acara ini dibuka oleh Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Wakil Gubernur Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emelia Nomleni, perwakilan Bank NTT Hilarius Minggu, Kepala Balai Besar POM di Kupang Yoseph Nahak Klau serta 40 kepala desa dari seluruh NTT .
Sebanyak 44 produk unggulan dari desa dan kelurahan di 22 kabupaten/kota se-NTT diperkenalkan dalam acara ini, menandai komitmen pemerintah untuk mendorong kemandirian ekonomi desa melalui optimalisasi potensi lokal. Lebih dari 190 pelaku UMKM dan pedagang kaki lima turut ambil bagian, menyediakan 1.000 porsi makanan gratis untuk pengunjung, dengan suasana semarak yang dihiasi nuansa budaya lokal dan tarian tradisional .
Gubernur Melki dalam sambutannya menegaskan bahwa program OVOP bukan sekadar tentang produk, melainkan gerakan transformasi sosial, ekonomi, dan budaya berbasis kearifan lokal. Setiap desa didorong untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang diwariskan leluhur, dengan harapan produk-produk unggulan ini dapat menembus pasar nasional dan internasional .
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM, Balai Besar POM di Kupang turut hadir dengan membuka stan pameran yang menyediakan informasi dan layanan sertifikasi kepada peserta kegiatan. Petugas Balai Besar POM juga melakukan kunjungan langsung ke stan-stan UMKM, memberikan edukasi terkait keamanan pangan dan proses sertifikasi produk, guna memastikan kualitas dan keamanan produk lokal yang dipasarkan .
Program OVOP ini juga dirangkaikan dengan peluncuran kartu kredit pemerintah daerah, sebagai langkah untuk mendorong efisiensi keuangan daerah melalui pembayaran non-tunai .
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan lembaga pendukung seperti Balai Besar POM di Kupang, diharapkan program OVOP dan Gerakan Beli Produk NTT dapat menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi desa di NTT, serta memperkuat identitas dan martabat masyarakat melalui produk-produk lokal yang berkualitas dan berdaya saing.
Balai Besar POM di Kupang