Selama Ramadhan, Balai POM di Kupang meningkatkan pengawasan menggunakan mobil laboratorium keliling dan melakukan pengujian mutu pangan jajanan buka puasa/takjil. Kegiatan dilakukan dengan sampling dan pengujian cepat menggunakan rapid test kit di salah satu pusat penjualan takjil “Jajanan Air Mata” pada Rabu, 2 Juli 2014.
Tim Balai POM di Kupang (Paskalista Pati, Yovita Kewa, Laili Maftuhah, Rosnita Marpaung, Dillakhea Ryan Permata) menguji 33 sampel takjil berupa es buah, es campur, bubur mutiara, cendol, agar-agar, mie, dan kue. Uji dilakukan terhadap kandungan 4 bahan berbahaya yang masih sering disalahgunakan pada pangan termasuk jajanan (formalin, boraks, rhodamin b, methanyl yellow). Hasil pengujian menunjukan, semua sampel jajanan yang diuji memenuhi syarat, artinya tidak mengandung 4 bahan berbahaya tersebut.
Ketika membeli takjil, petugas Balai POM di Kupang di antaranya menganjurkan kepada masyarakat agar memperhatikan warna dari makanan tersebut: bila terlihat mencolok, sebaiknya tidak dibeli. Makanan dengan warna yang mencolok biasanya menggunakan pewarna tekstil dan kertas. Selain itu, pedagang juga diedukasi agar menggunakan bahan tambahan pangan yang teregistrasi dan pada label bertulisan Bahan Tambahan Makanan/Pangan (BTP) dan digunakan sesuai takaran/dosis yang tertera pada label. Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas sehingga terhindar dari pangan yang berisiko terhadap kesehatan.
Balai POM di Kupang