Setelah melakukan penanaman pohon cendana (Santalum album), tanaman langka yang dilindungi di halaman Kantor Balai POM di Kupang, Minggu 25 Agustus 2013, Kepala Balai POM di Kupang (Ruth Diana Laiskodat) bersama pegawai dari masing-masing seksi (Muchlisah, Widya Pusparani, Paskalista Pati, Dilaekha Ryan Permata), tenaga honorer (Paulina Nugraheni, Elisabet Talan, Jefri A Raka, Maxi Lenga, Feri Kore), tokoh masyarakat (Bapak Modok) serta anak-anak di pesisir pantai (Jemri, Rudi, dkk) menuju ke Pantai Oesapa, Kota Kupang.
Koordinasi sebelumnya telah dilakukan dengan sekretaris di kelurahan juga RT setempat, dan telah disetujui melakukan penanaman mangrove di Pantai Oesapa karena pantai ini cukup stategis untuk menanam mangrove dan di pantai ini telah terjadi abrasi. Pemerintah telah membuat tembok penahan gelombang tetapi akan sangat membantu bila tanaman mangrove juga dapat menahan abrasi.
Kita masih berada di bulan Agustus di mana semangat kebangsaan dan kecintaan akan negeri juga alam perlu ditingkatkan. Kesempatan ini dirasakan perlu dipergunakan untuk memperhatikan alam sekitar pantai. Rombongan Balai POM ingin melakukan penanaman mangrove sehingga dapat melindungi pantai di sekitar kelurahan tersebut. Penanaman mangrove dilakukan memperhatikan banyaknya kegunaan tanaman mangrove (Rhizophora mangle), di antaranya adalah penahan abrasi pantai, penahan intrusi (peresapan air laut ke daratan), penahan badai, dan angin bermuatan garam. Tumbuhan mangrove juga bisa menjadi tempat hidup biota laut, baik untuk berkembang biak dan tempat hidup, maupun sumber makanan bagi spesies di sekitar pantai. Secara ekonomi, pantai yang mempunyai banyak tumbuhan manggrove akan menjadi sumber mata pencarian masyarakat sekitar pantai, penghasil makanan seperti ikan, kepiting dan udang.
Kegiatan penanaman dimulai jam 16.00 WITA. Mangrove yang ditanam sebanyak 200-an anakan. Dengan kerja sama yang baik antara anak-anak di sekitar pantai, Balai POM di Kupang, juga beberapa masyarakat, setelah 2 jam, penanaman selesai dilaksanakan. Sedikit karya selain pengawasan obat dan makanan oleh Balai POM di Kupang bersama masyarakat dan anak-anak sekitar pantai akan menjadi sedikit sentuhan untuk melindungi alam sekitar pantai.
Hijaulah bumiku, hijaulah pantai kita.
Balai POM di Kupang