Balai POM di Kupang menyampaikan hasil pengawasan mutu dan keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) tahun anggaran 2013. PJAS yang di-sampling berjumlah 210 sampel. Hasil pengujian 7 sampel tidak memenuhi syarat kimia (mengandung boraks, pengawet sorbat melebihi kadar yang ditentukan, dan pemanis buatan Sakarin melebihi batas yang ditentukan) serta 66 sampel yang tidak memenuhi syarat mikrobiologi (angka lempeng total, Bakteri coliform, angka kapang khamir, dan E. coli melebihi batas yang ditentukan). Tindak lanjut yang dilakukan adalah peringatan, produk dimusnakan, juga KIE ke komunitas sekolah. Untuk masyarakat diinformasikan melalui media cetak dan elektronik sehingga masyarakat lebih peduli dengan mutu PJAS.
Rabu, 29 Mei 2013, Balai POM di Kupang menyampaikan informasi melalui Radio Rhamagong FM 96,8. Hasil pengawasan mutu PJAS dengan hasil 69% memenuhi syarat meningkat 4% dari tahun 2012. Menyikapi PJAS yang mengandung bahan berbahaya, KIE telah dilakukan pada tahun anggaran 2013 berupa mobling dengan uji cepat dengan test kit serta promosi dengan pembagian brosur, poster, jam POMPI, kuis, lomba mewarnai 5 kunci keamanan pangan, lomba menyanyi vokal grup lagu POMPI, acara gebyar Pangan Jajanan Sekolahku, dan siaran pers Sehatnya Duniaku: Menuju Generasi Emas NTT yang Sehat dan Berkualitas. Ada pula dukungan PEMDA dan DPR RI dan DPRD.
Mas Bayu selaku penyiar memandu acara live dan memberikan kesempatan masyarakat untuk bertanya seputar PJAS dan Makanan. Kepedulian masyarakat sangat besar sehingga 23 orang pendengar menanyakan kepada narasumber Ruth Diana Laiskodat (Kepala Balai POM di Kupang) dan Hanny Kartiono (Kepala Sub Bagian Tata Usaha). Di antara info publik, diputar pesan layanan masyarakat “Baca Label Pangan Sebelum Membeli” dan lagu POMPI yang akan terus dilanjutkan selama 1 bulan.
Balai POM di Kupang