Informasi tentang obat dan makanan bagi masyarakat di daerah Kabupaten/Kota di Provinsi NTT sangat terbatas dan kalaupun ada umumnya berasal dari media cetak dan elektronik yang cenderung menonjolkan keunggulan produknya dibanding informasi tentang khasiat keamanan dan mutu yang berimbang.
Selama 2 hari yakni 8-9 April 2013, Balai POM di Kupang mengadakan penyebaran informasi tentang obat dan makanan bagi guru-guru sekolah dasar dan SMK, serta ibu-ibu PKK di Betun, Kabupaten Belu. Kegiatan ini merupakan penjabaran dari misi Badan POM RI, yakni memberdayakan masyarakat agar mampu melindungi diri dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.
Pada kegiatan tersebut, disampaikan informasi tentang bagaimana mendapatkan obat yang aman, berkhasiat, dan bermutu pada jalur distribusi/pelayanan obat yang ada, penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang sesuai dengan standar, dan penggunaan bahan berbahaya pada pangan, memilih kosmetika dan suplemen yang aman, dan informasi tentang bahaya narkoba. Sebagai narasumber pada kegiatan ini adalah Drs. Yoseph Nahak,Apt.,M.Kes . dan Julianto Saputro, Amd.
Para peserta terlibat aktif dalam acara ini dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang cara memperoleh obat bebas, bebas terbatas, dan obat keras, tentang khasiat obat generik, tentang penggunaan pengawet untuk produk hortikultura, tentang adanya cemaran jamur pada produk biji-bijian, dan pengawasan yang dilakukan oleh Balai POM terhadap produk-produk tersebut.
Informasi yang benar tentang obat dan makanan yang disampaikan membantu masyarakat agar mampu melindungi diri yang beresiko terhadap kesehatan.
BPOM di Kupang