.jpg)
.jpg)
Salah satu Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (AN PJAS) yang dilakukan Balai POM di Kupang adalah Sosialisasi Keamanan Pangan Menggunakan Panggung Boneka Pompi . Dinginnya kota Bajawa tidak menyusutkan semangat tim Balai POM. Pada Selasa, 23 Oktober 2013, bersama petugas Dinas Kesehatan Ngada (Laetitia Meo dan Ona Lamahala), petugas Balai POM di Kupang mengedukasi komunitas di SD Inpres Waturutu, SD Negeri Watutura, SDK Tanalodu, dan SDK Kisanata.
Adapun kegiatan yang dilakukan adalah Penyuluhan 5 Kunci Keamanan Pangan, Pemutaran Film Boneka dengan judul “Akibat Salah Makan”, Penyerahan Bahan Promosi (poster, leaflet Keamanan Pangan, standing leaflet Keamanan Pangan, Buku 5 Kunci Keamanan Pangan, Buku Keamanan Pangan di Kantin Sekolah, Buku e–Notifikasi PJAS, Buku Peran Komunitas Sekolah untuk Penjaminan Keamanan Pangan, Buku Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah, DVD Film Keamanan Pangan, dan CD File Produk Informasi Keamanan Pangan) serta pengujian menggunakan rapid test kit terhadap 4 Bahan Berbahaya yang sering digunakan pada makanan (boraks, formalin, rhodamin b, methanil yellow).
Dari 4 sekolah dasar yang diedukasi, diharapkan 1000 orang murid SD, 75 orang guru, dan 8 orang penjaja di sekitar sekolah dapat memperoleh informasi tentang PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi. Sejumlah 18 sampel dibeli untuk diuji, berupa kerupuk, arum manis, minuman ringan, permen, makanan ringan, gorengan, salome, dan es. Hasil pengujian menunjukkan, sampel tidak mengandung 4 bahan berbahaya (boraks, formalin, rhodamin b, methanil yellow). Guru-guru berharap, sosialisasi secara berkala dilakukan agar komunitas sekolah lebih memahami pentingnya jajanan yang sehat, aman dan bermutu.
Balai POM di Kupang