Kajian dalam Rangka Survei Awareness Keamanan Pangan Konsumen di Rumah Tangga

04-07-2013 Kupang Dilihat 2056 kali

Kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan terbesar di Indonesia pada tahun 2011 terjadi di rumah tangga (45,31%). Ini menunjukkan risiko keamanan pangan yang tinggi pada pangan hasil olahan rumah tangga. Olehnya itu, Badan POM melaksanakan Survei Awareness Keamanan Pangan Konsumen di Rumah Tangga. Melalui survei ini, diharapkan diperoleh data ataupun informasi yang lebih baik sebagai landasan dalam menentukan prioritas kebijakan, intervensi, maupun penyuluhan guna meningkatkan kesadaran terhadap keamanan pangan, terutama untuk kalangan ibu rumah tangga. Balai POM di Kupang termasuk di antara 13 Balai Besar/Balai POM yang dilibatkan dalam kegiatan ini.

Untuk mempersiapkan kegiatan tersebut, pada Selasa, 2 Juli 2013 diselengarakan Kajian dalam Rangka Survei Awareness Keamanan Pangan Konsumen di Rumah Tangga. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Balai POM di Kupang ini diikuti oleh sepuluh 0rang peserta yang merupakan panitia kegiatan survei tersebut. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Balai POM di Kupang, Ruth Diana Laiskodat. Dalam sambutannya, beliau antara lain menekankan pentingnya partisipasi dalam kegiatan ini; perlu juga dilakukan sinkronisasi dengan kegiatan yang ada di daerah (Balai POM di Kupang) sehingga tidak terganggu efektivitasnya dan bahkan bersinergi dengan kegiatan pusat (Badan POM).

Narasumber dalam kegiatan ini adalah petugas dari Badan POM: Yatna Ratnasari (Kasie Komunikasi dan Keamanan Pangan) dan Rina Puspitasari (staf Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan). Para peserta diberikan penjelasan seputar survei tersebut, seperti latar belakang penyelenggaraan, metodologi yang digunakan, dan teknis pelaksanaannya. Simulasi pelaksanaan survei, termasuk entri hasil survei, juga dilakukan guna memastikan kesiapan panitia dalam implementasinya.

Balai POM di Kupang

Sarana