Kupang – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang, menyelenggarakan Kampanye Jajanan Sehat Anak Sekolah pada Rabu (23/07/2025) yang berlangsung di halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda, Kota Kupang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dan proaktif dalam upaya membentuk generasi sehat sejak usia dini melalui edukasi mengenai pentingnya memilih jajanan yang aman, bermutu, dan bergizi.
Kampanye ini menyasar langsung 40 siswa-siswi kelas 4 hingga 6 MI Nurul Huda, didampingi oleh Kepala Sekolah serta beberapa guru. Partisipasi aktif dan antusiasme tinggi dari para siswa sepanjang kegiatan menjadi cerminan keberhasilan pendekatan edukatif ini sekaligus menunjukkan komitmen sekolah dalam membentuk karakter generasi muda untuk memilih dan mengonsumsi pangan yang aman.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MI Nurul Huda, Achmad Sofyan Abdurachman, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada DP3A2KB Provinsi NTT serta BBPOM Kupang atas kepercayaan menjadikan sekolahnya sebagai mitra kampanye. Achmad juga mengimbau para pedagang di sekitar sekolah untuk mendukung gerakan ini dengan menyajikan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga sehat, higienis, dan aman.
Kampanye ini menghadirkan dua narasumber, Yanti LB Salatta, Analis Kebijakan Ahli Muda dari DP3A2KB Provinsi NTT, membawakan materi mengenai pentingnya akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), serta isu bullying di lingkungan sekolah. Sementara itu, Rosa Endang Setiyaati, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda dari BBPOM Kupang, menyampaikan edukasi seputar keamanan pangan, termasuk pengenalan bahaya cemaran pada pangan serta prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Rosa juga memutar video animasi edukatif berjudul “Akibat Salah Makan” sebagai media pembelajaran yang menarik bagi anak-anak.
Para siswa menunjukkan respons luar biasa terhadap materi yang disampaikan. Mereka aktif menjawab pertanyaan seperti jenis cemaran pada pangan dan cara mengecek label kemasan, yang kemudian disambut dengan tepuk tangan dan hadiah berupa botol minum serta tempat bekal.
Melalui kampanye ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan mampu menjadi konsumen cerdas yang memilih pangan berdasarkan prinsip keamanan, bukan sekadar rasa atau harga. Langkah kecil ini menjadi pondasi besar dalam mewujudkan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
BBPOM di Kupang