Kampanye Jajanan Sehat di SD GMIT Oepura: Anak Sehat Wujudkan Generasi Emas 2045

04-08-2025 Kupang Dilihat 167 kali

Kupang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Kampanye Jajanan Sehat pada Kamis (24/07/2025) di ruang kelas SD GMIT Oepura, Kota Kupang.

Kegiatan edukatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi mengenai pentingnya memilih jajanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga bersih, aman, dan sehat. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan konsumsi pangan yang baik sejak dini serta menjadikan anak-anak sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.

Sebanyak 40 siswa-siswi yang merupakan perwakilan dari SD GMIT Oepura mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif hingga akhir acara.

Kampanye ini dibuka secara resmi oleh Kepala SD GMIT Oepura, Sanci Amelia Kelin, S.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai mitra penyelenggara. Sanci berharap, seluruh siswa dapat menyimak materi dengan baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kampanye ini menjadi langkah awal dalam mencetak generasi yang cerdas dan sehat.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Rosa Endang Setiyaati, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda dari BBPOM di Kupang dan Yanti L.B. Salatta, Analis Kebijakan Ahli Muda dari DP3AP2KB Provinsi NTT.

Rosa menyampaikan dua materi utama, yaitu pengenalan bahaya keamanan pangan serta edukasi tentang Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) dalam memilih produk pangan yang aman. Ia menjelaskan perbedaan jenis izin edar seperti BPOM RI MD untuk produk pangan dalam negeri, BPOM RI ML untuk produk impor, serta P-IRT untuk produk pangan industri rumah tangga. Sementara itu, Yanti menyampaikan materi seputar pentingnya memiliki akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), serta edukasi tentang bullying di lingkungan sekolah.

Suasana kegiatan menjadi semakin meriah ketika para siswa mampu menjawab berbagai pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan, mulai dari jenis cemaran pada pangan hingga cara membaca label kemasan secara benar. Tepuk tangan dan sorakan semangat menggema setiap kali jawaban benar diberikan. Sebagai bentuk apresiasi, para narasumber memberikan hadiah menarik kepada siswa-siswi yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat.

Melalui kegiatan ini, BBPOM di Kupang dan DP3AP2KB Provinsi NTT membuktikan bahwa edukasi mengenai keamanan pangan dapat dikemas secara menarik, interaktif, dan menyenangkan. Harapannya, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang berkesan, sehingga mampu menjadi generasi yang cerdas memilih pangan yang aman serta berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia emas 2045.

BBPOM di Kupang

Sarana