Kartun ODIE Mulai Disosialisasikan di SMP dan SMA di Kota Kupang

28-11-2013 Kupang Dilihat 4697 kali

Badan POM RI ingin memberdayakan masyarakat agar mampu melindungi diri dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan. Melalui Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Kedeputian 1, BPOM membuat tayangan edukasi yang akan disosialisasikan kepada masyarakat berupa film kartun “ODIE” (obat dengan izin edar). SMP Lentera Harapan mendapatkan kesempatan pertama mendapatkan sosialisasi tersebut. BPOM Kupang berkunjung pada 27 November 2013 bersama dengan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Provinsi NTT yang menyampaikan pentingnya pangan lokal.

 

Pukul 11.30 WITA, rombongan tiba di SMP Lentera Harapan, diterima oleh Kepala Sekolah SMP Lentera Harapan, Grefer Pollo. Tim dari Balai POM dipimpin Kepala Balai POM di Kupang Ruth Diana Laiskodat dengan beberapa staf (Rosa Endang Setiyaati, Widya Pusparani, Nur Fatmawati, Ridolf Rasimuni, dan Meksi Lenga).

 

Acara dimulai dengan ucapan selamat dan yel-yel dari MC bersama 100 anak SMP Lentera Harapan serta 5 guru pendamping, juga 3 pegawai BKPP Provinsi NTT. Dalam arahan oleh kepala sekolah, dikatakan bahwa kunjungan seperti sudah ditunggu sejak lama karena pengetahuan anak perlu ditingkatkan dengan ilmu praktis dari berbagai pihak yang berkompeten. Selanjutnya, ada sambutan dari Kepala Balai POM Kupang. Dalam sambutannya, Ruth Diana Laiskodat memperkenalkan Balai POM juga maksud dari kegiatan Gerakan Nasional Waspada Obat dan Makanan Ilegal (GN WOMI). Beliau juga menyerahkan beberapa bahan promosi kepada pihak sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran Film “ODIE”, penyuluhan “5 Kunci Keamanan Pangan”, sampling dan pengujian pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di lingkungan sekolah SMP dan SMA Lentera yang terletak berdampingan. Sejumlah 10 sampel (berupa salome, tahu goreng, dan minuman ringan) diuji dengan test kit formalin, boraks, rhodamin b, dan methanyl yellow. Hasilnya bebas dari empat bahan berbahaya tersebut. Adapun Duta Pangan Lokal NTT (Corollaine Arjon bersama rombongan Lila, Agnes, dan Feldi) menyampaikan seputar pangan lokal yang dapat diolah menjadi pangan yang beragam sehingga dapat mengurangi konsumsi beras. Himbauannya “sukseskan sehari makan tanpa beras dan terigu” agar dapat mengurangi kebutuhan akan beras.

 

Sebelum penutupan, diberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Di antara pertanyaan yang dikemukan: bagaimana sanksi terhadap pelaku distribusi obat ilegal? dan apakah menggunakan obat kedaluwarsa dapat menyebabkan gangguan kesehatan? Anak-anak juga diberikan kuis yang dapat mereka jawab dengan baik, seperti apa kepanjangan dari ODIE, apakah ciri-ciri obat palsu, sebutkan 3 macam logo obat, dan sebutkan macam-macam pangan lokal.

 

Kegiatan yang merupakan kerja sama antara pihak sekolah, Balai POM di Kupang, dan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi NTT ini diharapkan dapat membantu memperkaya pengetahuan anak tentang keamanan pangan, khususnya PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi  serta peduli akan obat dan makanan legal.

Balai POM di Kupang

Sarana