Lewoleba - Rabu (11/9/2024), Balai POM di Kupang sukses menggelar kegiatan pengawalan program Desa Pangan Aman dan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) Aman di Kabupaten Lembata. Bertempat di Aula Hotel New Annisa, Lewoleba, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari desa dan sekolah yang telah diintervensi pada tahun 2023, termasuk Desa Pada, Desa Pasir Putih, serta sembilan sekolah yang berkomitmen melanjutkan program PJAS Aman..
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, serta perwakilan dari Puskesmas Lewoleba, Balauring, Puskesmas Pada, dan Puskesmas Loang. Tim keamanan pangan desa dan kader keamanan pangan desa di Desa Pada dan Desa Pasir Putih hadir memenuhi undangan Balai POM. Sembilan sekolah yang hadir antara lain MIN 1 Lembata, SDK 1 St Tarsisius, SDK St Don Bosco, SD Negeri Pada, SMP Negeri 2 Nubatukan, SMP Katolik St Pius X, MTs Negeri 2 Lembata, SMA Negeri 1 Nubatukan, dan SMAS Frater Don Bosco.
Dalam pembukaannya, Rosa Endang Setiyaati, selaku Ketua Tim Program PJAS, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan pangan yang aman di lingkungan sekolah dan desa. Perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Abdul Rauf, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, juga menyampaikan sambutannya, menekankan pentingnya pendampingan dalam mendukung sekolah-sekolah untuk terus menjalankan program PJAS Aman. “Program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak madrasah di Kabupaten Lembata,” pesan Abdul.
Acara dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Rosa Endang Setiyaati dan Cahyo Fajar Prihantono, serta dipandu oleh moderator, Julianto Saputro. Selain penyampaian materi oleh narasumber dari Balai POM, Kepala Madrasah MIN 1 Lembata dan Kepala Madrasah MTsN 2 Lembata berbagi kisah sukses mereka dalam mengikuti perlombaan Sekolah dengan PJAS Aman Tingkat Nasional 2023, yang diharapkan menjadi motivasi dan memberikan inspirasi bagi sekolah lain untuk ikut berperan aktif dalam memastikan keamanan pangan.
Para peserta kegiatan juga mengikuti pre test dan post test untuk mengukur pemahaman tentang keamanan pangan, memastikan pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara efektif.
Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi kita semua. Dengan kerja sama yang baik antara sekolah, desa, dan pemangku kepentingan, kita mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi penerus. Setiap langkah kecil yang diambil dalam memastikan pangan yang aman akan berdampak besar pada kualitas hidup anak-anak di masa depan.
Semangat dalam menjalankan program PJAS harus terus dipupuk. Kisah sukses dari MIN 1 Lembata dan MTsN 2 Lembata adalah bukti bahwa dengan dedikasi dan komitmen, kita bisa membawa perubahan positif bagi seluruh masyarakat. Mari jadikan program ini sebagai inspirasi untuk sekolah-sekolah lain, karena keamanan pangan adalah hak semua anak.
Program Desa Pangan Aman dan PJAS diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi desa serta sekolah lain untuk aktif dalam menciptakan lingkungan pangan yang sehat dan aman, sehingga berdampak positif bagi kesejahteraan anak-anak dan masyarakat di Kabupaten Lembata.
Balai POM di Kupang