Waikabubak - Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang, Drs. Sem Lapik, Apt., M.Sc., melaksanakan sejumlah agenda strategis dalam rangka memperkuat sistem pengawasan Obat dan Makanan di wilayah Pulau Sumba.
Salah satu agenda yang dilaksanakan adalah menghadiri dan memberikan arahan pada kegiatan Antimicrobial Resistance (AMR) yang berlangsung di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat pada Rabu (10/06/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam pengendalian resistensi antimikroba, sekaligus mendukung optimalisasi tata kelola kinerja dan anggaran yang efektif untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kepala BBPOM di Kupang bersama Kepala Loka POM di Kabupaten Sumba Timur, Bernardus B. Moron, S.Si., S.H., M.H., juga melakukan audiensi dengan Bupati Sumba Barat Daya pada Kamis (11/06/2026). Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara BPOM dan Pemerintah Daerah dalam mendukung pelaksanaan pengawasan Obat dan Makanan yang lebih efektif dan berkelanjutan di wilayah Sumba Barat Daya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BBPOM di Kupang menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya atas komitmennya dalam mendukung tugas pengawasan Obat dan Makanan melalui hibah tanah yang diperuntukkan bagi pengembangan sarana dan operasional Loka POM di Kabupaten Sumba Timur. Dukungan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kehadiran negara melalui pengawasan Obat dan Makanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kepala BBPOM di Kupang menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BPOM RI untuk menindaklanjuti proses administrasi hibah serta menyusun rencana pemanfaatan lahan secara optimal. Menurutnya, dukungan Pemerintah Daerah merupakan modal penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan memperluas jangkauan pengawasan di wilayah kepulauan.
Melalui sinergi yang erat antara BPOM dan Pemerintah Daerah, diharapkan infrastruktur pengawasan Obat dan Makanan di Nusa Tenggara Timur semakin kuat, sehingga keamanan, mutu, khasiat, dan manfaat produk yang beredar dapat terjamin serta memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat.
Balai Besar POM di Kupang