Kupang - Senin (01/09/2025), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang menginisiasi pertemuan dengan Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tirosa di Ruang Rapat Pimpinan pada pukul 09.00 WITA. Pertemuan ini menjadi langkah awal pelaksanaan pelatihan terkait standar gizi dan keamanan pangan siap saji di SPPG.
Hadir dalam pertemuan tersebut Plt. Kepala Balai Besar POM di Kupang bersama tim, serta Korwil dari Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Sabu Raijua.
Dalam sambutannya, Yoseph menegaskan pentingnya sinergi semua pihak untuk mendukung program pemerintah pusat Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah daerah juga telah membentuk Satuan Tugas MBG tingkat provinsi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Beberapa isu utama yang dibahas antara lain: pelatihan penjamah pangan & pemeriksaan kesehatan untuk penyakit menular, pengambilan contoh dan pengujian sampel pangan oleh BBPOM Kupang, penanganan bila terjadi insiden keracunan pangan (IKP) atau Kejadian Luar Biasa (KLB), termasuk langkah edukasi kepada para penerima manfaat, pengelolaan sampel di SPPG, di mana setiap batch disimpan pada dua titik waktu, yakni awal dan akhir, ketersediaan dan fasilitas penunjang, seperti ketersediaan tempat cuci tangan yang harus dekat dengan area penyajian makanan, serta kelengkapan pakaian kerja dan alat pelindung diri (APD) bagi penjamah pangan, yang selama ini dinilai masih belum konsisten.
Hasil pengawasan MBG menunjukkan sebagian besar penjamah pangan belum mendapat pelatihan dan pemeriksaan kesehatan, serta ditemui kendala terkait jarak tempat cuci tangan, kebersihan, hingga penggunaan APD saat menyiapkan makanan.
“BPOM akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk merencanakan pelatihan serta edukasi bagi para penerima manfaat, sekaligus menyiapkan langkah penanganan insiden keamanan pangan. Kita upayakan risiko dapat diminimalisir,” jelas Yoseph.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan konsistensi penerapan standar keamanan pangan, agar program MBG dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Balai Besar POM di Kupang