Kamis, 4 April 2013, BPOM di Kupang berkunjung ke Sekretaris Daerah Kota Kupang, Bapak Bernardus Benu. Delegasi BPOM di Kupang (Drs Yoseph Nahak, Apt., M.Kes. dan Mahyuddin, S.Farm., Apt.) menyampaikan seputar pengawasan keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) dan Gerakan Nasional Waspada Obat dan Makanan Ilegal (GN-WOMI).
BPOM di Kupang telah melakukan sosialisasi keamanan PJAS di sekolah-sekolah dalam berbagai bentuk: penyuluhan dengan panggung boneka Pompi, pemutaran film kartun “Akibat Salah Makan”, demo rapid test kit terhadap empat bahan berbahaya (formalin, boraks, rodamin B, dan kuning metanil), pembagian bahan promosi, dsb. Ke depannya, kegiatan sosialisasi akan dikemas dalam bentuk yang lebih merangsang kreativitas para siswa, misalnya dalam bentuk Lomba Mewarnai, Menyanyi, dan Gebyar PJAS.
Bapak Bernardus juga mengakui bahwa kondisi PJAS di Kota Kupang masih memprihatinkan. Oleh karena itu, beliau berharap BPOM di Kupang dapat lebih proaktif dalam pengawasan PJAS, apalagi ini berkaitan dengan masa depan anak-anak generasi penerus.
Upaya mencerdaskan masyarakat juga harus digalakkan, terutama agar mereka terhindar dari produk obat dan makanan ilegal. Salah satu yang sering ditekankan ialah pentingnya membaca label produk. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih waspada dan terhindar dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan.
BPOM di Kupang