Kunjungan Mahasiswa Politeknik Universitas Nusa Cendana

06-02-2013 Kupang Dilihat 2642 kali

Selasa, 5 Pebruari 2013, 20 mahasiswa dan 10 dosen politeknik Universitas Nusa Cendana mengadakan kunjungan ke Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Pangan Balai POM (BPOM) di Kupang. Acara diawali presentasi Kepala Balai POM, Ruth Diana Laiskodat tentang profil Balai POM dan Program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), dilanjutkan dengan presentasi Kepala Seksi Mikrobiologi, Martin Sembiring tentang kemampuan uji laboratorium mikrobiologi terhadap produk makanan. Materi berikut disampaikan oleh Kepala Seksi Pengujian Makanan dan Bahan Berbahaya, Yoseph Nahak, menginformasikan kemampuan pengujian bahan tambahan makanan (BTP) pada makanan.

Sebagai komitmen BPOM di Kupang melakukan pemberdayakan masyarakat dalam upaya peningkatan kesadaran masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pengawasan obat dan makanan, masyarakat kampus juga mendapatkan kesempatan agar mampu melindungi diri dari makanan dan obat yang berisiko kepada kesehatan. Informasi PJAS dimaksudkan agar dimplementasikan dalam kehidupan di komunitas kampus, pada saudara dan keluarga, dan saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) bisa melakukan penyuluhan kepada komunitas sekolah dengan materi yang sama, seperti film "Akibat Salah Makan" dan "Pelangi Makanan".

Sebelum berkunjung ke laboratorium, mahasiswa diberi kesempatan berdiskusi tentang pengawasan yang dilakukan BPOM di Kupang. Di antara pertanyaan yang disampaikan apakah ada cara lain mengetahui suatu produk mengandung boraks selain pengujian laboratorium, siapa yang bertanggung jawab, produsen atau distributor kalau suatu produk mengandung bahan berbahaya, bagaimana bila bahan berbahaya pada makanan sudah terlanjur masuk ke dalam tubuh, bagaimana mengatasi.

Ketua Jurusan Politeknik Pertanian Jurusan Teknologi Pangan diberikan jam dinding bertulisan 5 kunci keamanan pangan. Mahasiswa dan dosen yang hadir diberikan brosur " Baca label dengan Seksama”, “Menghindari Pangan Yang Mengandung Rhodamin B”, “Boraks dan Formalin: Bahan Kimia Terlarang untuk Pangan".

Selanjutnya kunjungan ke laboratorium didampingi penyelia laboratorium pangan. Mahasiswa diberi penjelasan tentang cara kerja alat utama (HPLC, Spektrofotometer, AAS) dalam melakukan pengujian kualitas makanan. Penyelia di laboratorium mikrobiologi menginformasikan cara pengujian ALT, Angka Kapang, Coliform, E coli, Staphilococcus aureus. Pada setiap kesempatan, BPOM di Kupang terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pengawasan obat dan makanan. Harapannya, semua lapisan masyarakat mampu berperan aktif dan mampu melindungi diri dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.

BPOM di Kupang


Sarana