Waikabubak - Sabtu (06/04/2024), Balai POM di Kupang menggandeng Loka POM di Kabupaten Sumba Timur menyelenggarakan kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat. KIE bertempat di aula Biara Santo Clemens Wanno Gaspar, Waikabubak dihadiri 250 orang dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, petani, mahasiswa dan masyarakat umum.
Kepala Loka POM di Kabupaten Sumba Timur, Bernardus Beda Moron, pada kesempatan pertama menguraikan pengawasan obat dan makanan yang sudah dilakukan Loka POM untuk melindungi masyarakat di Kabupaten Sumba Barat. “Salah satu bentuk pengawasan kami adalah penindakan yang kami lakukan kepada salah satu pelaku usaha yang melakukan pelanggaran karena menjual obat tradisional tanpa izin edar. Kami akan tindak tegas pelaku usaha yang terus melakukan pelanggaran padahal sudah kami lakukan pembinaan”, tegas Bernardus.
Lebih rinci, narasumber dari Balai POM di Kupang, Frama El Lefiyana Pollo memperkenalkan cara mengenali obat, makanan, dan kosmetik tidak aman yang dapat merugikan kesehatan. ”Berharap pengetahuan hari ini akan membantu peserta sekalian menjadi konsumen cerdas yang melindungi diri dari bahaya di balik obat, makanan dan kosmetik yang tidak aman. Informasi lain terkait obat, makanan, dan kosmetik yang terpercaya bisa didapatkan juga di media sosial kami”, himbau Frama.
Dukungan kepada upaya pengawasan obat dan makanan yang dilakukan oleh Balai POM di Kupang dan Loka POM di Kabupaten Sumba Timur disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, sebagai narasumber dari unsur tokoh masyarakat pada akhir sesi.
Balai POM di Kupang