Selasa, 2 Juli 2013, dilaksanakan Lokakarya Penanggulangan Masalah Gizi Buruk Tingkat NTT bertempat di Hotel Ima, kota Kupang. Acara dibuka oleh asisten I Pemerintahan dan Kesra, Setda Provinsi NTT (Yohana Lisapaly, SH, M.Si) mewakili Gubernur NTT (Drs. Frans Leburaya). Dalam sambutan, disampaikan bahwa masalah gizi masih perlu mendapat perhatian khusus agar NTT bisa meningkatkan perbaikan gizi. Diharapkan perhatian dan kerja sama yang baik oleh semua pihak karena akan mempengaruhi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Narasumber pertama dari Deputi 3 Bidang Koordinasi Kesehatan Kependudukan dan KB Menkokesra, dr. Emil Agustiono, dalam materinya menyampaikan bahwa koordinasi dan sinergi lintas sektor sangat penting untuk penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran, juga meningkatkan pembangunan kesejahteraan rakyat. Penguatan trias UKS seperti pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat mesti terus dilaksanakan.
Narasumber kedua, Kepala Bappeda,Ir. Wayan Darmawa, MT, menyampaikan materi tentang Kebijakan Pembangunan Berbasis Desa/Kelurahan Menuju Lompatan Pembangunan NTT. Di 3246 desa, 306 kecamatan, 22 kota/kabupaten perlu diperhatikan potensi masing-masing daerah pada sektor yang bisa menunjang perbaikan kesejahteraan masyarakat. Perlu pembangunan daerah secara terpadu, seperti desa pertanian, pesisir, wisata, dan jasa serta industri terpadu melalui Desa Mandiri Anggur Merah.
Narasumber ketiga, Direktur Bina Gizi kementrian Kesehatan dengan materi tentang kebijakan nasional dalam rangka penanggulangan masalah gizi buruk. Disampaikan bahwa harus melaksanakan promotif, preventif, dan kuratif terhadap masalah gizi buruk agar menurunkan angka gizi buruk.
Narasumber keempat dari Badan Ketahanan Pangan menyampaikan materi tentang Ketahanan Pangan di Tingkat NTT. Disampaikan bahwa produksi beras dibandingkan konsumsi lebih kecil. Olehnya itu, perlu menerapkan usaha lumbung pangan dan membantu meningkatkan produksi pangan, serta penganekaragaman konsumsi pangan. Diharapkan ketersediaan pangan tercukupi dan gizi buruk bisa teratasi.
Narasumber kelima dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT (Ir. Isbandrio, MM.) menyampaikan materi tentang Upaya dan Pencapaian Program Perbaikan Gizi Tingkat Provinsi NTT. Pelaksanaan pembinaan dan perbaikan gizi terus ditingkatkan untuk meningkatkan gizi yang lebih baik buat anak-anak dan ibu hamil; ASI eksklusif sangat membantu bayi dan membantu pencegahan gizi buruk.
Dengan koordinasi yang baik, diharapkan terjadi penurunan angka gizi buruk di provinsi NTT.
Balai POM di Kupang