Lomba Penyuluhan Keamanan Pangan bagi Siswa SMA

19-11-2013 Kupang Dilihat 2282 kali

Berbagai media bisa digunakan menjadi sarana promosi keamanan pangan. Semua pihak harus memahami dan mempunyai perhatian akan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yang aman, bermutu, dan bergizi. Siswa SMA harus pula diajak untuk memahami keamanan pangan PJAS dan dapat menginformasikannya kepada masyarakat. Olehnya itu, BPOM Kupang menyelenggarakan Lomba Penyuluhan Keamanan Pangan Tingkat SMA se-Kota Kupang.
Lomba ini diikuti oleh 41 siswa SMA dari 36 SMA dan yang sederajat yang ada di Kota Kupang. Sebelumnya telah diberikan poster dan brosur tentang keamanan pangan dari Balai POM dan diharapkan siswa juga dapat membaca beberapa pengetahuan di situs Badan POM: www.pom.go.id.

 

Bertindak selaku juri, MKP Abdi Keraf, S. PSi, M. pSi (Psikolog/Dosen Universitas Nusa Cendana), Maria Rosalinda Ndiwa, S.Sos, (Petugas Dinas Kominfo Provinsi NTT), dan Chorolline Arjon (Duta Pangan NTT Tahun 2013-2014). Kriteria penilaian dalam lomba meliputi penampilan, naskah tertulis, dan kemampuan teknis (vokal, kualitas bahasa, kesesuaian waktu, dan bahasa tubuh). Para peserta tampil sebagai penyuluh dengan beberapa pesan, seperti “Berani untuk Sehat, “Preventif Lebih Baik daripada Mengobati”, “Ayo Hindari Pangan yang Mengandung Bahan Berbahaya”, “Lebih Baik Membawa Jajan dari Rumah”, dan ajakan lain yang positif.

 

Acara dimulai dengan ucapan selamat datang bagi peserta  lomba melukis, melukis poster, dan penyuluhan keamanan pangan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan ketua panitia (Yoseph Nahak), dan sambutan Kepala Balai POM di Kupang (Ruth Diana Laiskodat) sekaligus membuka acara lomba secara resmi.

 

Hadir juga wartawan media radio (DMWS, Rhamagong, Lizbeth, Suara Kasih, RRI), media televisi (TVRI, AFB TV, dan Sindo TV), media cetak (Timex, Victory News, dan Pos Kupang). Harapannya, media menginformasikan maksud dan tujuan lomba agar masyarakat umum pun mendukung Aksi Nasional PJAS di wilayah NTT mengingat PJAS yang memenuhi syarat kimia dan mikrobiologi di NTT 66% (berbanding 76% mutu PJAS nasional). Hal ini harus mendapat perhatian semua pihak: anak, orang tua, guru, penjual, pemerintah, juga media. Harus ada prakarsa yang baik dari semua pihak yang membantu mewujudkan PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi sehingga genarasi muda kita terlindungi kesehatannya.

Balai POM di Kupang

Sarana