Masalah keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) penting untuk diperhatikan karena cemaran mikroba, penyalahgunaan bahan berbahaya, serta penggunaan bahan tambahan pangan yang melebihi batas dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi generasi muda kita. Dalam rangka mewujudkan PJAS yang aman dan bermutu, BPOM Kupang pada Selasa 25 Februari 2014 melakukan Sosialisasi Keamanan Pangan (intervensi B) di sekolah dasar yang berdomisili di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Tim dari Balai POM di Kupang (Mahyuddin, Yasinta Udayana Nona, Imanulkhan, dan I Wayan Aristana) melakukan penyuluhan Lima Kunci Keamanan Pangan di 2 SD, yaitu SDN Kesetnana dan SDN Oekamusa. Penyuluhan dilanjutkan dengan pemutaran film kartun Pompi “Akibat Salah Makan” dan demo rapid test kit. Petugas juga melakukan pengambilan sampel PJAS yang dijajakan di sekitar sekolah sebanyak 15 (lima belas) sampel makanan berupa es krim, kue, gorengan, dan mie kuah. Selanjutnya, sampel tersebut diuji dengan paramater 4 (empat) macam bahan berbahaya, yaitu rhodamin b, methanyl yellow, boraks, dan formalin. Hasil pengujian dengan rapid test kit menunjukkan, sampel tidak mengadung empat bahan berbahaya yang masih sering disalahgunakan pada pangan tersebut.
Semoga aksi nasional PJAS ini dapat berjalan sukses dan berkesinambungan dengan komitmen yang kuat dan langkah bersama antara pemerintah, komunitas sekolah, dan masyarakat luas. Harapannya, anak-anak sekolah dapat terhindar dari PJAS yang berisiko terhadap kesehatan.
Balai POM di Kupang