Monitoring dan Evaluasi AN-PJAS di Provinsi NTT

27-11-2013 Kupang Dilihat 2122 kali

Balai Pengawas Obat dan Makanan merupakan ujung tombak di lapangan dalam rangka mencapai tujuan Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (AN-PJAS). Usaha peningkatan PJAS yang aman, bermutu, dan bergizi terus dilakukan. Seluruh kegiatan AN-PJAS 2013 di daerah harus memberi sumbangsih pada tercapainya lndikator Kerja Utama (lKU) nasional 2013, yaitu 80% PJAS memenuhi syarat keamanan, mutu, dan gizi pangan. Oleh karena itu, pelaksanaan monitoring dan evaluasi AN-PJAS diperlukan dalam rangka memastikan pelaksanaan AN-PJAS di Badan POM, khususnya di BB/BPOM berjalan dengan lancar.

 

Pada 26 November 2013, diselenggarakan kegiatan Monitoring dan Pelaporan AN-PJAS di Aula BPOM Kupang. Yang menjadi peserta ialah guru yang sekolahnya telah diintervensi dan diberikan bimbingan teknis, serta pengawas dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Kupang. Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai POM di Kupang (Ruth Diana Laiskodat). Dalam sambutannya, ditekankan pentingnya dukungan dari stakeholder terkait, termasuk komunitas sekolah, untuk mendukung aksi nasional ini karena mutu PJAS di NTT Tahun 2013 66% memenuhi syarat (dibandingkan mutu PJAS nasional tahun 2012 76% memenuhi syarat). Perlu terobosan kebijakan dan kegiatan dari semua pihak.

 

Sebagai narasumber, Ibu Novinar dan Ratna Wulandari (Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan POM RI). Materi yang disampaikan ialah “Penguatan Peran Komunitas Sekolah untuk Penjaminan Keamanan Pangan” dan “Promosi Keamanan Pangan Anak Sekolah dan Aplikasi ‘IKAN’”. Disampaikan pula program yang dilakukan oleh Badan POM serta struktur dan tugas pengawas sekolah yang harus dibuat di masing-masing sekolah.

 

Selanjutnya dilakukan diskusi. Di antara pertanyaan yang disampaikan: di sekolah jajan diawasi guru, bagaimana meningkatkan pengawasannya setelah di rumah? Bagaimana tindakan yang dapat dilakukan bila siswa yang menemui PJAS bermasalah? Berapa lama batas waktu sertifikat piagam bintang kantin sekolah?, dsb. Ada pula beberapa saran, seperti informasi PJAS sangat baik sehingga harus disampaikan kepada seluruh kepala sekolah dan pengawasan harus secara intensif karena penjual PJAS di sekolah selalu bergantian.

Balai POM di Kupang

Sarana