Sebagai salah satu upaya mendukung revitalisasi Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nasional dan juga mendukung prioritas Pemerintah NTT dalam menggalakkan pemanfaatan pangan lokal, UN-WFP (United Nation- World Food Programme) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan melakukan pilot model PMT-AS berbasis pangan lokal di 32 Sekolah Dasar di Kabupaten TTS dan telah menjangkau sekitar 7000 siswa SD. Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur no. 12 tentang Rencana Aksi Daerah Percepatan Pemenuhan Pangan dan Gizi (RAD-PG) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2012-2015, di mana Balai POM di Kupang merupakan koordinator Pokja 3 Pengawasan Obat dan Makanan; selain itu, melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan dengan berbagai stakeholder terkait semakin optimal.
_x000D_Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) berbasis pangan lokal ini akan disiapkan oleh orang tua murid yang tergabung dalam kelompok masak. Sebelum pelaksanaan program tersebut, mereka diikutkan pelatihan tentang berbagai aspek dalam penyediaan PMT-AS: gizi, kebersihan, keamanan pangan, dan mutu. Kegiatan pelatihan tersebut diselenggarakan pada hari Selasa dan Rabu 4-5 September 2012 di Desa Binaus, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Balai POM di Kupang diminta untuk menyampaikan materi seputar “Keamanan Pangan” serta “Tatacara dan Prosedur Penanganan Keracunan Makanan”.
_x000D_Narasumber dari Balai POM di Kupang (Etni Banunu, S.Si., dan Mahyuddin, S.Farm., Apt.) bersama dengan narasumber dari WFP Kupang Sub Office, Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Timor Tengah Selatan menyampaikan materi di hadapan 170 peserta, yang terdiri dari orang tua siswa, bidan desa, dan guru SD yang terbagi ke dalam beberapa kelas. Dilakukan pula pemutaran film Pompi “Akibat Salah Makan”. Respon para peserta sangat baik, terlihat dari masukan yang disampaikan melalui sesi dialog maupun melalui kuesioner kepuasan pelanggan. Mereka berharap, materi penyuluhan dapat lebih intens disampaikan kepada masyarakat dan menjangkau cakupan yang lebih luas lagi.
_x000D__x000D_
BPOM di Kupang
_x000D__x000D_ _x000D_