Pelantikan Bupati terpilih periode 2014-2019 (Ir. Marselinus Y. W. Petu dan Drs. H. Djafar H. Achmad. MM) telah dilaksanakan Gubernur NTT (Drs. Frans Leburaya) pada Senin, 7 April 2014 melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Ende. Acara dihadiri oleh masyarakat, kelompok pemuda, LSM, kelompok ibu-ibu tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, juga Kepala Balai POM di Kupang (Ruth Diana Laiskodat), DPR RI (Bapak Herman Heri dan Bapak Melkias Mekeng), Ketua DPRD Prov NTT (Bapak I. Medah), DPRD Kab Ende, wakil bupati beberapa kabupaten (Nagakeo dan Ngada), bupati beberapa kabupaten (Sikka, Flotim, dan Nagekeo).
Dalam arahannya, bapak Gubernur menyampaikan bahwa masyarakat telah memilih pimpinan daerah dan harus menjadi sokoguru. Jabatan bupati dan wakil bupati harus berbingkai kesederhanaan, kesempatan untuk bertemu dengan masyarakat jangan dibatasi. Di Kabupaten Ende, Bung Karno mendapat inspirasi Pancasila sebagai dasar negara sehingga perlu dijaga rasa solidaritas oleh semua pihak seperti kekuatan Pancasila. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati dan Wakil bupati periode 2009 -2014 (Drs. Don Bosco Wangge, M. Si dan Drs. H. A. Mohdar) yang telah mengabdi selama 5 tahun membangun masyarakat di Kabupaten Ende.
Pemerintah Kabupaten Ende selama ini telah bekerja sama dengan Badan POM secara baik. POS POM Ende dalam melaksanakan tugas pengawasan obat dan makanan selalu bekerja sama dengan stakeholder terkait: Dinas Kesehatan, Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Koperasi, Bapeda, Infokom, Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Perindustrian dan Koperasi, juga beberapa LSM dan kelompok pemberdayaan masyarakat dari Taman Nasional Kelimutu. Kerja sama antar-stakeholder akan membantu masyarakat, khususnya di Ende. Masyarakat harus terlindungi dari produk obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan.