Pelatihan Kader Keamanan Pangan Desa: Upaya Bersama Tangani Stunting di Kabupaten Kupang

20-05-2025 Kupang Dilihat 199 kali

Oelamasi - Kamis (15/05/2025), dalam upaya memperkuat pengawasan pangan di tingkat komunitas, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang menggelar Pelatihan Kader Keamanan Pangan Desa yang berlangsung di Aula Kantor Lurah Naibonat, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan desa yang mandiri dalam menjamin keamanan pangan bagi masyarakatnya.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Kamis (15/05/2025) ini diikuti oleh 20 peserta dari dua wilayah sasaran, yaitu Desa Kuimasi dan Kelurahan Naibonat. Para peserta terdiri dari kader keluarga, kader masyarakat, kader sekolah, tim keamanan pangan desa, tenaga District Food Inspector, dan sanitarian. Selama kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif dalam mengikuti seluruh sesi pelatihan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Lurah Naibonat, Agapito S. Pinto. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan apresiasi kepada BBPOM Kupang atas pelaksanaan program intervensi desa/kelurahan di wilayahnya. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap praktik keamanan pangan, mengingat masih ditemukannya kebiasaan yang kurang higienis dalam penanganan makanan.

“Semoga pelatihan ini diikuti dengan serius dan materi yang disampaikan dapat diterapkan secara nyata di lingkungan masing-masing, termasuk dalam upaya menurunkan angka stunting,” ujar Agapito.

Senada dengan itu, Kepala Desa Kuimasi, Maksen A.F. Lifu, menyambut baik pelatihan ini dan menilai Program Desa Pangan Aman sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desanya.

“Program ini mendukung visi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dalam menciptakan generasi yang unggul, sehat, dan mampu bersaing,” ungkap Maksen.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Imelda Sudarmadji dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan Rosa Endang Setiyaati dari BBPOM Kupang. Imelda memaparkan materi seputar Sertifikasi PIRT, Laik Sehat, serta Program Pemberian Makanan Tambahan. Sementara Rosa memberikan edukasi terkait keamanan pangan, pencegahan stunting, lima kunci keamanan pangan, serta penanganan kasus keracunan pangan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif, dengan peserta aktif bertanya dan berdiskusi terkait topik-topik yang dipaparkan.

Melalui kegiatan ini, BBPOM Kupang berharap para kader yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan akan menjadi agen perubahan di komunitasnya. Mereka diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menerapkan praktik keamanan pangan yang baik dan mewujudkan desa pangan aman yang berkelanjutan.

Balai Besar POM di Kupang

Sarana