Selama 3 hari, 6-8 Agustus 2013 di lokasi Jambore Pelayanan Anak Dan Remaja (PAR), Gereja Masehi Injili di Timor dilakukan penyuluhan oleh Balai POM di Kupang, Polda NTT, dan Fotografer Profesional, serta pihak panitia PAR GMIT yang empunya acara.
Jam 8.30 WITA dimulai penyuluhan oleh Kepala Balai POM di Kupang (Ruth Diana Laiskodat) dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Hanny Khartiono) selaku narasumber. Informasi yang disampaikan mengenai Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS): PJAS harus bebas dari 3 bahaya, meliputi bahaya biologi, kimia, dan fisik; sumber bahaya dan cara menghindar tiga bahaya pada PJAS; tujuh syarat pada label/kemasan pangan. Selain itu, disampaikan bahwa masih didapati PJAS yang mengandung bahan berbahaya hasil pengawasan dan pengujian BPOM tahun 2013. Peserta penyuluhan dapat melihat secara langsung contoh produk pangan yang mengandung bahan berbahaya, seperti kerupuk, biji mutiara, dan permen. Petugas (Ferdian Dwi Armanto), staf Penguji, melakukan demo uji terhadap 4 bahan berbahaya (formalin, Methanil Yellow, Rhodamin B, boraks) yang masih disalahgunakan pada PJAS.
Peserta penyuluhan adalah peserta Jambore—anak dengan pendidikan SD, SMP dan SMU—yang masing-masing tim berjumlah 275 anak dari grup kuning, merah, dan biru, didampingi guru pembimbing. Petugas staf Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Kupang (Rosa Endang Setiyaati), memandu mereka belajar lagu POMPI dengan diiringi keyboard. Mereka cepat memahami dan menyanyikan lagu POMPI dengan ceria.
Sebelum acara penyuluhan selesai, peserta diberi 10 pertanyaan kuis dan mereka menjawab pertanyaan dengan antusias. Ini menunjukkan bahwa mereka sudah memahami materi yang disampaikan. Hadiah yang diberikan berupa jam dinding, tas ransel, pin Sail Komodo, serta gantungan kunci bertuliskan pesan keamanan pangan. Acara penyuluhan semakin meriah karena hadiah tersebut diberikan oleh boneka pompi, boneka buah semangka, boneka botol sirup, boneka gorengan, dan boneka bakso yang diperankan oleh petugas Balai POM di Kupang (Jefri Arianto Raka, Paschalis R Odja, Soleman Kolloh, dan Daniel Benu).
Kegiatan ini dapat dilaksanakan berkat kerja sama yang baik antara Balai POM, Pemda Kota Kupang, dan Panitia Jambore PAR GMIT Kota Kupang.
Balai POM di Kupang