Perkuat PPABK, Pengawas Pasar Sampling dan Uji 40 Sampel Pangan di Pasar Niki Niki

19-08-2026 Kupang Dilihat 33 kali

Niki-Niki,TTS (19/08/26) — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang menemukan tidak ada indikasi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam 40 sampel pangan yang diuji di Pasar Niki Niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Hasil tersebut diperoleh dalam kegiatan Pengawasan Pasar Tahap II sebagai bagian dari Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), Rabu (19/8/2026).

Sebanyak 40 sampel yang terdiri atas makanan, minuman terkemas, dan jajanan pasar diambil untuk diuji secara langsung. Pengujian dilakukan menggunakan test kit untuk mendeteksi empat bahan kimia berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pangan, yakni boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel negatif dari keempat bahan tersebut. Artinya, pada saat pengawasan dilakukan, tidak ditemukan indikasi penggunaan boraks, formalin, Rhodamin B, maupun Methanyl Yellow pada pangan yang menjadi sampel pemeriksaan.

Sebelum pengujian dilakukan, BBPOM di Kupang menyerahkan test kit kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten TTS. Penyerahan dilakukan oleh Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli Madya Yoseph Nahak Klau dan diterima Kepala Bapenda Kabupaten TTS, Mery J. Tobe.

Peralatan tersebut selanjutnya digunakan untuk mendukung pemeriksaan pangan secara langsung di Pasar Niki Niki.

Pengawasan ini tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi keamanan pangan, tetapi juga memperkuat kemampuan petugas pasar agar dapat melakukan pengawasan secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan sampling dan pengujian dilakukan oleh pengawas pasar Bernadetha Woy dan Yesaya Tefa bersama petugas BBPOM di Kupang.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas memberikan edukasi kepada pedagang mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan.

Edukasi mencakup penerapan sanitasi dan higiene dalam pengolahan serta penyajian makanan. Pedagang juga diberikan pemahaman untuk mengenali ciri-ciri pangan yang berpotensi mengandung bahan kimia berbahaya.

BBPOM di Kupang menilai keterlibatan petugas pasar dan pedagang menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai keamanan pangan.

Melalui Program PPABK, pengawasan diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan oleh petugas, tetapi berkembang menjadi kemampuan komunitas pasar untuk ikut menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Hasil pengujian 40 sampel di Pasar Niki Niki menjadi sinyal positif. Namun, keamanan pangan tetap membutuhkan pengawasan secara rutin dan peran aktif pedagang serta masyarakat untuk memastikan pangan yang beredar aman dan layak dikonsumsi.

Balai Besar POM di Kupang

Sarana