Pompi Bersama Pos POM Ende Mengedukasi 1000 Komunitas 4 SD di Manggarai

27-03-2014 Kupang Dilihat 1797 kali

Komunikasi, informasi, dan edukasi berkaitan dengan obat dan makanan perlu terus digalakkan karena masih banyak masyarakat yang belum terpapar informasi tentang keamanannya, tidak terkecuali anak-anak usia sekolah dasar, khususnya berkaitan dengan pangan jajanan yang aman, bermutu, dan bergizi. Berkaitan dengan itu, Balai POM di Kupang melalui Pos POM Ende  telah melaksanakan Pengawasan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) melalui operasional Mobil Laboratorium Keliling dan Sosialisasi Keamanan PJAS Menggunakan Panggung Boneka POMPI di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

 

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 24-25 Maret 2014. Kegiatan dilaksanakan pada 4 SD melalui intervensi B. Pada hari pertama, acara diawali di SDK Ruteng 1 dengan peserta 133 siswa dan 7 guru. Kegiatan dilanjutkan di SDK Ruteng 5 dengan peserta 321 siswa, 15 guru dan 1 penjaga kantin. Pada hari kedua, kegiatan dimulai pada SDK Ruteng 4 dengan peserta 150 siswa dan 25 guru dan diakhiri di SDK Ruteng 3 dengan peserta 319 siswa dan 19 guru. Jadi, total peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 933 siswa, 68 guru, 2 komite dan 6 pengelola kantin/penjual. Hadir pula pendamping dari Dinas Kesehatan, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan, serta Bappeda Kabupaten Manggarai.

 

Acara diawali dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai yang disampaikan oleh Bapak Nobertus Burhanudin, SKM (Kepala Bidang Pembangunan dan Pelayanan Kesehatan), diikuti oleh sambutan kepala sekolah setempat. Bapak Nobertus mengatakan, “Anak sekolah sebagai generasi penerus harus mengonsumsi pangan yang aman dan bergizi. Untuk itu pengenalan informasi PJAS kepada siswa siswi sejak dini perlu dilakukan. Kami akan meneruskan program yang dilaksanakan oleh Balai POM di Kupang melalui Pos POM Ende ini agar semua SD di Manggarai dapat diintervensi.” Para Kepala Sekolah menyatakan bahwa mereka berterima kasih karena mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu tentang PJAS dan diharapkan kegiatan ini dilaksanakan secara berkala. Setelah sambutan, dilakukan penyerahan bahan promosi berupa jam dinding, leaflet, gelas, tas, ballpoint, poster, dan CD yang berisi materi 5 kunci keamanan pangan untuk anak sekolah, film “Akibat Salah Makan” dan lagu pompi kepada kepala sekolah.

 

Sosialisasi Keamanan PJAS dipimpin oleh Tamran Ismail, dimulai dengan menyanyikan lagu Pompi, dilanjutkan dengan sandiwara Boneka Pompi, dan pemutaran Film “Akibat Salah Makan”. Demo pengujian cepat menggunakan rapid test kit terhadap PJAS di kantin maupun sekitar sekolah dilakukan oleh tim penguji Pos POM: Ende Bertiana S. Ngai, S.Si dan Khairrunisa, AMd.TEM, dan hasil pengujian terhadap 10 sampel semuanya negatif terhadap 4 bahan berbahaya (boraks, rhodamin b, methanyl yellow, dan formalin). Kegiatan diakhiri dengan kuis berhadiah dan diberikan kepada 10 siswa yang mampu menjawab dengan tepat untuk masing-masing sekolah.

Sarana