Pos POM Ende Memberikan Training Pengujian kepada Pegawai Dinkoperindag Nagekeo

07-03-2014 Kupang Dilihat 1809 kali

Dalam rangka menjalin kerja sama dengan stakeholder sekaligus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga penguji di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo, Balai POM di Kupang melalui Pos POM Ende memberikan bimbingan terkait pengujian rapid test kit terhadap 3 bahan berbahaya yang masih sering ditambahkan pada pangan, yaitu formalin, Rhodamin B, dan boraks. Kegiatan ini berlangsung sebagai tindak lanjut pembentukan tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu di Kabupaten Nagekeo pada Desember 2013 yang diinisasi oleh Balai POM di Kupang melalui Pos POM Ende.

 

Magang dilaksanakan selama 2 hari pada 4 dan 5 Maret 2014, diikuti oleh 2 karyawan (Maria Ferawaty N. L. Wawo, STP dan Ramudan Abubakar, SE)  yang dilaksanakan di laboratorium Pos POM Ende dengan  instruktur  Bpk. Tamran Ismail, S.Si.,MP (Koordinator Pos POM Ende) dan Bertiana S. Ngai, S.Si serta Khairunnisa, AMd.TEM selaku instruktur.

 

Pada 4 Maret 2014, kegiatan diawali dengan perkenalan dan ucapan selamat datang oleh Bapak Tamran Ismail, dilanjutkan dengan presentasi materi 4 bahan berbahaya dalam pangan yaitu formalin, boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow, kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Peserta magang menyampaikan bahwa mereka sudah memiliki rapid test kit tetapi belum digunakan karena belum pernah mengaplikasikannya dan pada rapat SKPT pertama yang diadakan di Mbay (ibukota Kabupaten Nagekeo) Desember lalu dan  mendapatkan solusinya. Pos POM Ende dapat menjadi  tempat konsultasi. Acara dilanjutkan dengan training terhadap 3 bahan berbahaya, yaitu formalin, boraks, dan Rhodamin B karena tiga kit tersebut yang mereka miliki.

 

Pada 5 Maret 2014, kegiatan dimulai dengan perkenalan materi verifikasi metode analisis. Bapak Tamran menyampaikan bahwa hasil pengujian bisa valid kalau metode yang diadopsi sudah divalidasi/verifikasi dan analisnya telah berkompoten. Magang verifikasi dibimbing  Bapak Tamran dengan materi Verifikasi Boraks pada Kerupuk. Adapun parameter yang diverifikasi adalah limit of detection (LOD) dan spesifisitas.

 

Magang hari kedua diakhiri dengan menganalisis hasil verifikasi. Peserta akan diberikan sertifikat training oleh Kepala Balai POM di Kupang sebagai bukti tertulis telah melakukan traning pengujian. Kerja sama ini demi meningkatkan pengawasan obat dan makanan khusus di wilayah NTT.

Sarana