Lewoleba – Selasa (12/8/2025), Semangat Pramuka dan kemerdekaan menyatu dalam kegiatan Bimbingan Teknis Krida Informasi Obat dan Makanan yang digelar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang. Bertempat di SMAN 2 Nubatukan, sebanyak 50 anggota Pramuka antusias mengikuti edukasi bertema keamanan obat dan makanan.
Kegiatan yang digelar dalam suasana peringatan Hari Pramuka ke-64 sekaligus menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia ini menghadirkan 2 narasumber dari BBPOM Kupang, Frama El Lefiyana Pollo dan Yovita Kewa. Materi yang disampaikan mencakup profil BBPOM Kupang, bahaya kosmetik dan obat tradisional ilegal, pentingnya izin edar pangan olahan, serta kampanye “Cek KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa). Peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi BPOM Mobile.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, pemahaman peserta meningkat tajam. Sebanyak 15 orang memperoleh nilai sempurna (100), dan nilai terendah pun berada di angka 80, menandakan efektivitas penyampaian materi.
Kegiatan KIE ini juga dikemas seru melalui permainan edukatif dan kuis berhadiah, yang sukses menambah semangat para peserta.
Kepala SMAN 2 Nubatukan, Cletus Laba, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Kami mendukung penuh kegiatan edukatif ini sebagai bagian dari membangun ketahanan bangsa—merdeka dari obat dan makanan yang membahayakan kesehatan,” ujarnya.
Dengan bimtek ini, para anggota Pramuka diharapkan menjadi agen perubahan, membawa pesan penting tentang keamanan pangan, kosmetika, dan obat bahan alam ke lingkungan sekitarnya.
Balai Besar POM di Kupang