Setelah liburan sekolah, Balai POM di Kupang kembali memberikan kesempatan kepada Pos POM Atambua untuk melaksanakan Penyuluhan dan Sosialisasi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) pada 10 (sepuluh) SD dengan total 814 anak. Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengemban tugas mempersiapkan generasi emas Indonesia yang sehat.
Gerakan Nasional PJAS terus mendapat sambutan yang meriah dari anak-anak sekolah dan juga pihak sekolah. Kegiatan di SD terus digalakkan dengan memberikan penyuluhan tentang 5 kunci keamanan pangan, panggung boneka POMPI, pemutaran film POMPI, dan demonstrasi pengujian secara cepat menggunakan rapid test kit terhadap 4 bahan berbahaya (formalin, boraks, Metanil Yellow, dan Rhodamin B) yang masih sering ditambahkan pada pangan olahan dan pangan siap saji.
Antusiasme anak-anak terlihat dari semangat dalam memberikan jawaban atas pertanyaan kuis yang berikan petugas setelah penyampaian materi penyuluhan PJAS. Hasil diskusi dengan pihak sekolah, baik Kepala Sekolah maupun pengajar, diperoleh gambaran bahwa sesungguhnya sekolah sangat mengharapkan adanya pembinaan dan pengetahuan seperti yang disampaikan, tidak hanya bagi murid tetapi juga bagi semua yang terlibat di lingkungan sekolah secara berkesinambungan. Di samping itu, juga dibutuhkan waktu yang lebih lama sehingga anak-anak lebih banyak waktu berinteraksi setelah penyuluhan PJAS.
Adapun SD yang mendapatkan Sosialisasi PJAS adalah:
- Hari Pertama (Sabtu, 20 Juli 2013) : SDK Lafaekfera dan SDN Haliwen 157 anak.
- Hari Kedua (Senin, 22 Juli 2013): SDN Onoboi dan SDK Wehor 150 anak.
- Hari Ketiga (Selasa, 23 Juli 2013): SDI Lalosuk dan SDI Matitis-Baukoek 160 anak.
- Hari Keempat (Rabu, 24 Juli 2013): SDK Manleten dan SDI Wedomu 159 anak.
- Hari Kelima (Kamis, 25 Juli 2013): SD GMIT Atambua-3 dan SDK Sarabau 178 anak.
Kegiatan ini melibatkan lintas sektor terkait yang memberi dukungan penyuluhan PJAS, seperti Dinas Kesehatan dan Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu.
Balai POM di Kupang