Rumah Tunggu Persalinan di Puskesmas Wolowaru mulai diperkenalkan pada 4 Juni 2012. Rumah tunggu sementara yang digunakan ialah sebuah bangunan. Penggunaan rumah tunggu sementara ini dimaksudkan untuk menerapkan sistem pengelolaan rumah tunggu persalinan berbasis pemberdayaan masyarakat, yang selama ini diketahui dikelola oleh puskesmas (bidan koordinator KIA). Rumah tunggu ini dimaksudkan agar ibu hamil yang akan melahirkan sudah berada di puskesmas sejak H -7 sampai H + 2. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi risiko negatif terhadap ibu dan bayi. Di rumah tunggu telah tersedia kelengkapan dapur, tempat tidur, dan beberapa kebutuhan pokok lain, seperti beras, dsb.
Data 2012 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang cukup signifikan untuk proses persalinan di puskesmas. Pada 2011, jumlah persalinan di puskesmas sebanyak 178 persalinan sedangkan pada Juni–Desember 2012 proses persalinan di puskesmas menjadi 274 persalinan dan 50% proses persalinannya menggunakan fasilitas rumah tunggu. Ini membuktikan bahwa rumah tunggu merupakan salah satu bukti nyata dan solusi dalam meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan.
Puskesmas Wolowaru adalah salah satu puskesmas model dampingan AIPMNH NTT dalam program Reformasi Puskesmas sejak Agustus 2011. Program reformasi puskesmas dimaksudkan untuk merevitalisasi Fungsi Pokok Puskesmas sesuai Kepmenkes RI No. 128 Tahun 2004 dan salah satu programnya adalah membentuk Badan Penyantun Puskesmas (BPP), dan BPP di Ende dikenal dengan istilah Badan Kemitraan Puskesmas (BKP). Salah satu tugas BKP Wolowaru adalah merencanakan dan menatalaksanakan Sistem Pengelolaan Rumah Tunggu.
BPK Wolowaru ditetapkan oleh Camat pada 16 Februari 2012, dengan keanggotaan terdiri atas tokoh masyarakat, para pendidik, para ketua desa siaga, kepala desa, dan lintas sector di kecamatan Wolowaru. Beberapa aturan telah disepakati oleh BPK, antara lain pasien tidak dipungut biaya, ibu hamil didampingi minimal 4 orang terdiri atas penanggung jawab (suami/mertua), kader/pengurus desa siaga/ aparatur pemerintahan desa, dukun, dan anggota keluarga.
Pada 2013, pembangunan rumah tunggu permanen yang dibangun oleh AIPMNH telah rampung dan pada 12 November 2013 diresmikan oleh Drs. Don Bosco Wangge, MSi (Bupati Ende). Turut hadir koordinator POS POM Ende mewakili Kepala Balai POM di Kupang. Di antara tamu ialah stakeholder lain se-kabupaten Ende. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi Kecamatan Wolowaru yang telah menjadi pionir rumah tunggu di Ende. Beliau menekankan kepada kecamatan lain untuk segera berbenah dan pada 2014 semua puskesmas di kabupaten Ende sudah memiliki rumah tunggu.
Rumah tunggu Puskesmas Wolowaru sudah menjadi tempat belajar bagi insan kesehatan, baik di tingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional. Yang sudah berkunjungan adalah Mentor CE AIPMNH-14 Kab/kot se-NTT, Direktur Kemitraan AIPMNH NTT, Team Leader CE AIPMNH, AUSAID Jakarta, dan Tim Emas AUSAID, Tim SD AUSAID, Team Logica Aceh, dan Team RSUD Alor-NTT. Balai POM di Kupang diwakili POS POM Ende juga perpartisipasi pada HKN ke 49 di Kabupaten Ende untuk bersama-sama pemerintah daerah membantu masyarakat agar mendapat pelayanan kesehatan yang baik.