Advokasi kepada masyarakat di berbagai kesempatan tentang pengawasan obat dan makanan mengharuskan Balai POM di Kupang lebih giat melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi. Sabtu, 20 Maret 2013, bertempat di aula Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang berlangsung Seminar Ilmiah dalam Rangka Hari Kesehatan Sedunia. Seminar ilmiah dihadiri oleh 400 mahasiswa dan 28 dosen dari 7 jurusan: Farmasi, Analisis Farmasi dan Makanan, Gizi, Keperawatan, Kebidanan, Gigi, dan Lingkungan. Balai POM di Kupang diberikan kesempatan menyampaikan materi Kebijakan Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Materi dibawakan oleh Kepala Balai POM di Kupang ( Ruth Diana Laiskodat).
Sesi pertama secara panel 3 materi disampaikan. Materi pertama oleh Ketua Jurusan Keperawatan Poltekes (Margaretha U.W. Skp. MHSc) tentang Patofisiologi Hipertensi, materi kedua Tentang Diet Pada Penderita Hipertensi, Ketua Jurusan Gizi (Regina Bo Dsn. M. Kes), materi ketiga oleh Dosen Poltekes (Maria Sihombing. S. Si. MPH) tentang Pengaruh Terapi Tertawa dalam Menurunkan Tekanan Darah.
Sesi kedua materi disampaikan Kepala Balai POM Kupang. Pada saat pemaparan disampaikan hasil pengawasan PJAS secara nasional di mana 74% PJAS memenuhi syarat mutu dan 66% memenuhi syarat mutu PJAS untuk provinsi NTT, yang tidak memenuhi syarat mikrobiologi dan kimia. Bahan kimia berbahaya (Rhodamin B, Metanil Yellow, Boraks, Formalin) masih ditemui pada PJAS. Perlu kerjasama dengan seluruh dosen dan mahasiswa agar membantu komunitas sekolah, sama-sama berusaha agar meningkatkan mutu PJAS karena anak-anak adalah generasi harapan bangsa.
Pada saat berdiskusi, di antara pertanyaan yang disampaikan: bagaimana dengan ayam yang diberi 10 cc formalin pada air rendaman? Boraks pada tahu? Kantin sehat seperti apa? Apakah boleh bersama-sama kegiatan PJS dengan UKS? Sebagai usulan, informasi seperti ini hendaknya disampaikan kepada kepala sekolah dan ada kerja sama dengan dosen dan mahasiswa untuk kegiatan pengabdian masyarakat. Koordinasi dan kegiatan dengan kerjasama secara intensif akan semakin baik dengan berbagai pihak. Pada kesempatan ini, juga disampaikan gerakan waspada obat dan makanan ilegal (GN WOMI) dengan membaca label sebelum membeli suatu produk makanan. Membaca label merupakan cara preventif menghindari pembelian dan konsumsi produk ilegal, baik produk obat, makanan, kosmetik, obat tradisional, suplemen dan Bahan Tambahan Pangan (BTP). Selamat dan sukses untuk keluarga besar Poltekes Kementerian Kesehatan Kupang.
BPOM di Kupang