Panasnya cuaca Atambua tidak mengurangi antusiasme siswa dan guru empat sekolah meliputi SDI Tulamelae, SDN Wirasakti, SDI Kotaren, SDK Fatubenao, pada 30-31 Oktober 2012 untuk mengikuti Sosialisasi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) sebagai salah satu rangkaian kegiatan Operasional Laboratorium Keliling di Kabupaten Belu. Petugas BPOM di Kupang melaksanakan kegiatan tersebut bersama stakeholder terkait yang tergabung dalam gugus tugas PJAS di Kabupaten Belu, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi. Peserta meliputi 330 siswa, 27 guru, dan 3 penjaja makanan di sekitar lingkungan sekolah.
Tim yang bertugas melakukan sosialisasi tentang 5 kunci keamanan pangan, sandiwara boneka Pompi, pemutaran film “Akibat Salah Makan”, pengujian terhadap sampel PJAS menggunakan test kit, dan pembagian brosur. Petugas yang dipimpin oleh Maria Meliana Waty Parera, S.Si., Apt. membeli sejumlah 47 sampel dari 15 penjaja makanan, yang berupa minuman berwarna dalam kemasan, es/sirup, kudapan, nasi kuning, dan salome. Dari hasil uji cepat pewarna Rhodamin B, Methanyl Yellow, Formalin, dan Boraks yang dilakukan oleh Laili Maftuhah, S.Farm., Apt. dan Ely Rahmawati, S.Farm., Apt., tidak satupun sampel mengandung senyawa-senyawa berbahaya tersebut. Acara sosialisasi yang dipandu oleh Rosa Endang Setiyaati, S.Farm., Apt. semakin meriah karena siswa aktif menjawab semua pertanyaan kuis seputar materi dan menyanyikan lagu Pompi bersama-sama.
“Kami mengharapkan acara seperti ini dapat dilakukan secara berkala”, ungkap pak Yosef Nono salah seorang guru pendamping. Secara keseluruhan, selain sangat bermanfaat bagi peserta kegiatan ini merupakan langkah nyata BPOM di Kupang dalam misinya bekerjasama dengan stakeholder lain untuk memberdayakan masyarakat dalam melindungi diri dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.
BPOM di Kupang