Sinergi Balai Besar POM Kupang dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Dorong Produk Unggulan Desa di Perbatasan NTT dan Timor Leste

15-10-2025 Kupang Dilihat 172 kali

Betun, Rabu (15/10/2025) — Upaya mendorong hilirisasi dan nilai tambah komoditas hortikultura terus digalakkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Balai Besar POM di Kupang bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersinergi melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Hasil Hortikultura di Desa Rainawe, Kabupaten Malaka, pada Kamis–Jumat (9–10 Oktober 2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program One Village One Product (OVOP) yang bertujuan menciptakan unit pengolahan hasil pertanian fungsional, berkelanjutan, serta mendukung pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal seperti pisang dan ubi.

Hadir sebagai narasumber, Yoseph Nahak Klau, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Balai Besar POM di Kupang, menyampaikan materi tentang Keamanan Pangan, Pelabelan dan Mutu Produk, serta Tata Cara Registrasi Pangan Olahan. Para peserta dari Kelompok Tani Tunas Muda 2 terlihat antusias dan bertekad menerapkan prinsip Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) agar produk mereka, seperti keripik pisang dan ubi, dapat menembus pasar yang lebih luas.

Ketua kelompok, Sipri Wadi, menyampaikan harapan agar Badan POM dapat memfasilitasi proses registrasi produk mereka. “Selama ini penjualan kami terbatas karena belum memiliki izin edar. Kami ingin produk kami bisa masuk pasar nasional dan bahkan diekspor ke Timor Leste,” ujarnya.

Selain Balai Besar POM, narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT juga memberikan materi mengenai kebijakan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. Kegiatan ini turut melibatkan akademisi dan praktisi UMKM yang mendampingi peserta dalam praktik pembuatan produk olahan seperti tepung pisang, tepung ubi, donat ubi, nugget pisang, dan brownies ubi.

Melalui sinergi ini, Balai Besar POM Kupang berkomitmen untuk mendampingi kelompok tani dalam proses registrasi produk, sehingga akses pasar semakin terbuka dan peluang ekspor ke negara tetangga dapat terwujud. Program OVOP diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di wilayah perbatasan.

Balai Besar POM di Kupang

Sarana